Page 626 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 626
Judul PMI asal Sumsel Alami Kekerasan di Malaysia
Nama Media rri.co.id
Newstrend PMI di Malaysia
Halaman/URL https://rri.co.id/nasional/peristiwa/1274834/pmi-asal-sumsel-alami-
kekerasan-di-malaysia
Jurnalis Diah Anggraini
Tanggal 2021-11-29 09:20:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Jauli (Ayah PMI) Saya sudah bertemu dengan anak saya ini di rumah keponakan saya
di Tanggerang dan saya melihat anak saya dalam keadaan kaki sebelah kiri patah, kaki sebelah
kanan luka, lukanyapun kayak diiris begitu serta dibadannya banyak mengalami memar-memar
intinya tidak sempurna lagi
negative - Jauli (Ayah PMI) Anak saya akan diancam akan dibunuh dan dicincang (Mutilasi,red)
oleh majikanya, maka dia kabur lalu terjun diatas jembatan. Lalu ia diamankan oleh Polisi
Malaysia. saya menduga kekerasan ini terjadi karena ada unsur pemaksaan yang negatif
terhadap anak saya
neutral - Jauli (Ayah PMI) Saya berharap kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) agar
cepat mengetahui masalah ini, supaya anak saya mendapatkan pertanggungjawaban yang
penuh baik dari perusahaan yang memberangkatkan maupun perusahaan yang ada di negara
Malaysia
negative - Hendri (Kerabat PMI) Tidak berselang lama TCB mengakui kejadian yang sebenarnya
terjadi, bahwa ia sempat diancam oleh majikannya akan dibunuh dan dicincang (Mutilasi,red)
oleh majikanya, lalu ia terjun dari rumah majikan dengan ketinggian sekitar 100 Meter
Ringkasan
Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial TCB mengalami kekerasan fisik di negeri jiran
Malaysia. PMI wanita itu diketahui berasal Desa Lubuk Layang Kecamatan Pendopo Kabupaten
Empat Lawang, Sumatera Selatan.
PMI ASAL SUMSEL ALAMI KEKERASAN DI MALAYSIA
Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial TCB mengalami kekerasan fisik di negeri jiran
Malaysia. PMI wanita itu diketahui berasal Desa Lubuk Layang Kecamatan Pendopo Kabupaten
Empat Lawang, Sumatera Selatan. Jauli (50) ayahanda dari TCB mengungkapkan dalam
625

