Page 624 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 NOVEMBER 2021
P. 624

Judul               UMP 2022 Naik Tipis, Buruh Makin Terjepit
                Nama Media          merdeka.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://www.merdeka.com/peristiwa/ump-2022-naik-tipis-buruh-
                                    makin-terjepit.html
                Jurnalis            Anggun P. Situmorang
                Tanggal             2021-11-29 09:25:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Narasumber

              negative  -  Bhima  Yudhistira  (Direktur  Center  of  Economic  and  Law  Studies  (Celios))  Bisa
              dikatakan tidak ada kenaikan upah sama sekali. Buruh makin terjepit posisinya

              negative - Bhima Yudhistira (Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios)) Habislah
              tergerus inflasi pendapatan buruh yang rentan miskin

              neutral - Bhima Yudhistira (Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios)) Faktor nya
              mulai dari masalah biaya logistik mahal sampai korupsi. Lalu kenapa yang ditekan buruh?

              positive - Bhima Yudhistira (peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef))
              Lihat  janji  kampanye  Joe  Biden  kan  menaikan  upah  buruh  di  AS  menjadi  15  USD  per  jam.
              Kenapa? Biar ekonomi cepat berputar. Jadi Menaker ini logikanya masih logika zaman dulu



              Ringkasan

              Upah Minimum Provinsi (UMP) telah diputuskan naik rata-rata 1,09 persen di 2022. Kenaikan
              upah  tersebut  dinilai  akan  membuat  buruh  semakin  terjepit.  Sebab  tahun  depan  juga  ada
              kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 1 persen menjadi 11 persen.



              UMP 2022 NAIK TIPIS, BURUH MAKIN TERJEPIT

              Upah Minimum Provinsi (UMP) telah diputuskan naik rata-rata 1,09 persen di 2022. Kenaikan
              upah  tersebut  dinilai  akan  membuat  buruh  semakin  terjepit.  Sebab  tahun  depan  juga  ada
              kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 1 persen menjadi 11 persen.

              "Bisa  dikatakan  tidak  ada  kenaikan  upah  sama  sekali.  Buruh  makin  terjepit  posisinya,"  kata
              Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira kepada merdeka.com,
              Jakarta, Senin (29/11).



                                                           623
   619   620   621   622   623   624   625   626   627   628   629