Page 115 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2020
P. 115
WNI adalah keniscayaan bagi siapapun untuk mematuhi Kepmen 151 dan
mengabaikan permintaan Asing.
"Nyawa 1 orang PMI itu sangat berharga. Pemerintah diminta agar tidak kalah
dengan desakan asosiasi APPIH," paparnya.
Yusri menambahkan, sudah berpuluh-puluh tahun P3Mi selama ini telah mendapat
keuntung dari bisnis jasa penempatan dan baru sekarang mereka sudah tidak sabar.
Pendemi inikan kejadian yang diluar dugaan, jadi kalau mengalami kerugian dalam
berbisnis itu hal yang biasa.
"Garda BMI berharap PMI jng dijadikan komediti dagangan. Justru monentum ini
P3Mi harus menunjukan sisi kemanusian dan sosial kepada anak-anak bangsa atau
Kartini-Kartini kita," tegas Yusri..
Sementara itu, Ali Abdurrahman selaku Ketua Bidang Advokasi dan Ketua DPD
GARDA BMI Jawa Barat, meminta agar, Menaker dan Kepala BP2MI bersurat kepada
Dirjen Imigrasi untuk berperan aktif dalam mencekal PMI yang akan ditempatkan ke
luar negeri atau yang berangkat secara mandiri meskipun sudah memiliki visa.
"Garda BMI meminta agar Tim Gabungan dari Kemenaker, BP2MI - Imigrasi dan
Polri benar-benar siap siaga di area embarkasi guna melaksanakan Kepmen 151 dan
mencegah penempatan non prosedural. Siapapun yang menempatkan PMI di masa
penghentian ini, termasuk oknum Imigrasi yang meloloskan, agar ditindak tegas
sesuai ketentuan UU 18/2017 Junto UU 21/2007," papar Ali.
Garda BMI akan ikut Memantau dan mendukung kebijakan pemerintah dalam
menjalankan Kepmenaker 151 untuk menjaga Kartini-Kartini Indonesia, pemerintah
tidak boleh kalah dengan P3MI yang orientasinya hanya bisnis semata. Martabat
anak-anak bangsa lebih kita kedepankan.
"Selamat hari Kartini untuk ibu Menaker, apresiasi setingginya dalam
menyalamatkan Kartini kita yang akan bekerja keluar negeri," pungkasnya. (OL-13).
Page 114 of 139.

