Page 56 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2020
P. 56

Menurut Rully, pasal yang dicurigai sebagai karpet merah tenaga kerja asing adalah
               ketentuan Pasal 89 RUU Ciptaker yang mengubah atau menghapus beberapa
               ketentuan dalam UU/2003 tentang Ketenagakerjaan.


               Dengan aturan tersebut, dikhawatirkan akan terjadi invasi tenaga kerja asing
               sehingga Indonesia dibanjiri pekerja asing yang menggusur posisi pekerja
               Indonesia.


               ''Kalau kita cermati secara mendalam, kekhawatiran itu sebenarnya tidak perlu
               muncul. Karena aturan terkait TKA ke Indonesia tetap tidak berubah. Beberapa
               peraturan di bawah Undang-undang yang mengatur soal mekanisme perizinan
               masuk bagi tenaga kerja asing tetap berlaku,'' katanya.

               Selain itu, tambahnya, kemudahan aturan masuk bagi TKA, hanya bagi profesi
               dengan keahlian atau skill tertentu. Kemudian, ada kewajiban bagi pemberi kerja
               TKA menunjuk tenaga kerja warga negara Indonesia sebagai tenaga pendamping
               TKA yang dipekerjakan untuk alih teknologi dan alih keahlian dari tenaga kerja
               asing.

               Rully menyatakan, kemudahan persyaratan dan mekanisme perizinan TKA hanya
               berlaku bagi sektor sektor dengan keahlian tertentu, dan tidak untuk semua lahan
               pekerjaan.

               "Peraturan dalam RUU Ciptaker tidak diperuntukkan bagi seluruh TKA melainkan
               untuk TKA dengan skill khusus dimana proses kedatangan mereka menjadi lebih
               mudah perizinannya," tuturnya.


               Rully kemudian menjelaskan, dalam praktik industri atau lapangan kerja, kerap
               ditemukan kendala teknis yang hanya bisa ditangani oleh orang yang memiliki
               keahlian khusus. Sayangnya, tenaga dengan keahlian khusus itu bukan tenaga kerja
               Indonesia. Atau tenaga ahli dari Indonesia masih sangat terbatas jumlahnya.

               Apabila mesin di pabrik mengalami masalah, untuk mendatangkan ahli yang
               memang paham kepengurusannya bisa mencapai berbulan-bulan. Sementara
               produksi tidak boleh berhenti. Karena mesin mati, otomatis pabrik tidak bekerja. Itu
               adalah sebuah kerugian besar.

               "Kalau regulasi itu tidak diubah, akan sulit mengharapkan investasi cepat masuk.
               Sebab belum apa-apa calon investor sudah dihadapkan pada birokrasi panjang
               untuk mendatangkan ahli dari negara luar yang paham teknis operasional mesin
               tertentu," paparnya.

               Sebelumnya Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
               Bhima Yudhistira melihat sejumlah pasal bermasalah khususnya terkait izin
               lingkungan dan ketenagakerjaan isinya tidak berpihak pada pengusaha lokal dan
               pekerja.








                                                       Page 55 of 139.
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61