Page 58 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2020
P. 58
Title RUU CIPTA KERJA LAHIRKAN PEKERJA BERMUTU
Media Name mediaindonesia.com
Pub. Date 21 April 2020
https://mediaindonesia.com/read/detail/305904-ruu-cipta-kerja-lahirkan -pekerja-
Page/URL
bermutu
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
KEPALA Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS)
Yose Rizal Damuri menilai Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja
(RUU Ciptaker) dapat memantik perluasan lapangan kerja yang berkualitas. Lebih
penting lagi, rancangan regulasi itu juga dinilai mampu meningkatkan mutu tenaga
kerja.
"Pekerjaan berkualitas itu jarang sekali dinikmati pekerja. Walaupun kita punya
salah satu undang-undang atau aturan ketenagakerjaan yang paling restriktif di
dunia. Itu ternyata tidak menjamin pekerja mendapatkan pekerjaan yang
berkualitas," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4).
Yose mengatakan hasil survei dari Persepsi Pekerja dan Pencari Kerja terhadap RUU
Cipta Kerja kerja sama Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) dan
Cyrus Network mengungkapkan lebih dari 50% pekerja Indonesia mendapatkan
upah di bawah upah minimum. Hal itu sangat jauh bila dibandingkan dengan negara
tetangga Indonesia di Asia Tenggara.
"Kenapa upah minimum rendah, jauh di bawah upah minimum, permasalahan yang
terjadi karena sebenarnya satu, karena permintaan terhadap tenaga kerja Indonesia
itu lemah. Rendah sekali," terangnya.
Jalan keluarnya, lanjut dia, perlu regulasi untuk memantik permintaan tenaga kerja
melalui investasi bermutu dengan reformasi ekonomi yang serius. RUU Cipta Kerja
dapat menjadi jawaban dari permasalahan ekonomi khususnya ketenagakerjaan
yang dihadapi Indonesia.
"Ini sangat urgent dilakukan, momentumnya sangat penting karena saat recovery
ekonomi terjadi kita bisa ketinggalan dibanding yang lainnya. RUU Cipta Kerja ini
bagian dari itu, sehingga cukup urgent untuk dilakukan. Tapi perlu ada proses
komunikasi yang intens," kata Yose Rizal.
Sebelumnya, Guru Besar Statistika IPB, Khairil Anwar Notodiputro, mengatakan hasil
survei menyatakan 82% pekerja dan pencari kerja setuju RUU Omnibus Law
ditujukan untuk memperbaiki regulasi yang menghambat investasi.
"RUU juga mempermudah perizinan berusaha (90,2% setuju), serta mempermudah
pendirian usaha untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) (86,4% setuju)," katanya.
Page 57 of 139.

