Page 87 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2020
P. 87
Title CSIS: RUU CIPTA KERJA SOLUSI KETENAGAKERJAAN INDONESIA
Media Name gatra.com
Pub. Date 21 April 2020
https://www.gatra.com/detail/news/476296/ekonomi/csis-ruu-cipta-kerja- solusi-
Page/URL
ketenagakerjaan-indonesia
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS),
Yose Rizal Damuri, menilai Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja
(RUU Ciptaker) sebagai salah satu langkah yang tepat untuk menciptakan lapangan
kerja yang berkualitas.
Tidak hanya itu, RUU ini menurut Rizal juga dinilai mampu meningkatkan kualitas
tenaga kerja Indonesia sehingga berpengaruh terhadap permintaan dan upah
mereka.
Yose menyampaikan pandangannya untuk menanggapi hasil survei dari Persepsi
Pekerja dan Pencari Kerja terhadap RUU Cipta Kerja (Omnibus Law), kerja sama
Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Cyrus Network, yang
diumumkan melalui video conference beberapa waktu lalu.
"Pekerjaan berkualitas itu jarang sekali dinikmati pekerja. Walaupun kita punya
salah satu undang-undang atau aturan ketenagakerjaan yang paling restriktif di
dunia. Itu ternyata tidak menjamin pekerja mendapatkan pekerjaan yang
berkualitas," ujarnya di Jakarta, Senin (20/4).
Yose memaparkan bahwa menurut data survei tenaga kerja Indonesia, lebih dari
50% pekerja Indonesia mendapatkan upah di bawah upah minimum. Hal ini sangat
jauh bila dibandingkan dengan negara tetangga Indonesia di Asia Tenggara.
"Kenapa upah minimum rendah, jauh di bawah upah minimum, permasalahan yang
terjadi karena sebenarnya permasalahannya satu, karena permintaan terhadap
tenaga kerja Indonesia itu lemah. Rendah sekali," ujarnya.
"Kuncinya adalah meningkatkan permintaan akan tenaga kerja melalui investasi
berkualitas dengan Reformasi Ekonomi yang serius," tambahnya.
Yose meyakini RUU Omnibus Law Ciptaker bila dilihat dari kerangka reformasi
ekonomi, dapat menjadi solusi dari permasalahan ekonomi khususnya
ketenagakerjaan yang dihadapi Indonesia.
"Ini sangat urgent dilakukan, momentumnya sangat penting karena saat recovery
ekonomi terjadi kita bisa ketinggalan dibanding yang lainnya. RUU Cipta Kerja ini
bagian dari itu, sehingga cukup urgent untuk dilakukan. Tapi perlu ada proses
komunikasi yang intens," katanya.
Page 86 of 139.

