Page 88 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 APRIL 2020
P. 88
Sebelumnya, Guru Besar Statistika IPB, Khairil Anwar Notodiputro, mengatakan
bahwa mayoritas atau 82% para pekerja dan pencari kerja setuju bahwa RUU
Omnibus Law ditujukan untuk memperbaiki regulasi yang menghambat investasi.
"RUU juga mempermudah perizinan berusaha (90,2% setuju), serta mempermudah
pendirian usaha untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) (86,4% setuju)," kata Khairil
dalam video conference itu.
Sebanyak 95,4% setuju bahwa dalam regulasi baru nantinya di samping pemberian
pesangon, perusahaan wajib memberikan penghargaan lain sesuai masa kerja
pekerja. Sebanyak 81,2% responden percaya bahwa RUU ini nantinya dapat
mendorong produktivitas pekerja. RUU ini juga dianggap pro terhadap pertumbuhan
ekonomi (64%), pro terhadap penciptaan lapangan kerja (72%), pro terhadap
investasi (83,5%), serta pro Usaha Menengah Kecil (58,9%).
Kendati lanjut Khairil, RUU Cipta Kerja masih memiliki tantangan terkait isu negatif
dan rumor yang berkembang. Meski yang tidak percaya lebih banyak (55,1%),
namun ada 41,1% responden percaya bahwa RUU Cipta Kerja bisa membuat
pekerja bisa dikontrak seumur hidup.
"Sebanyak 36,5% responden juga masih percaya RUU ini bisa membuat pengusaha
bisa memberhentikan karyawan kapan pun," ujarnya
Page 87 of 139.

