Page 125 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 125
"Saya sebagai pemerintah ingin menyampaikan terima kasih atas dukungan, partisipasi
masyarakat, terutama dari keluarga besar NU melalui LAZISNU ," kata Ida saat menyambut
Etty. Turut menjemput kepulangan Etty yakni Kepala BP2MI, Benny Ramdhani; Wakil Ketua
MPR, Jazilul Fawaid; anggota Komisi IX DPR, Anggia Ermarini dan Nihayatul Wafiroh. Ida
menegaskan, peran masyarakat dan advokasi dari perwakilan Indonesia untuk Arab Saudi
sangat besar atas pembebasan dan kepulangan Etty ke Indonesia.
"Saya kira ini kerja teman-teman perwakilan kita yang sudah mengadvokasi kepada Bu Etty ,
dan akhirnya beliau dibebaskan dengan diyat yang harus dibayar. Diyat itu atas dukungan dari
seluruh masyarakat, termasuk temen-temen Komisi IX yang mensupport juga," kata Ida.
Sebagaimana diketahui, Etty merupakan PMI asal Majalengka, Jawa Barat, yang lolos dari
hukuman mati di Arab Saudi berkat tebusan 4 juta riyal atau Rp 15,5 miliar. Etty Toyyib
merupakan PMI yang bekerja di Kota Taif , Arab Saudi. Pada 2001, Etty didakwa menjadi
penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal al- Ghamdi. Etty dituduh meracuni sang majikan.
Lebih lanjut, Ida menyatakan komitmennya untuk terus mengadvokasi PMI yang tengah
mengalami masalah. Ia juga menyatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menjemput PMI
yang mengalami masalah imigrasi di Malaysia.
"Dalam waktu dekat kami akan menjemput temen-temen yang mengalami masalah imigrasi di
Malaysia yang alhamdulillah dibebaskan dengan tanpa denda. Itu juga atas kerja keras semua
pihak melakukan diplomasi dengan temen-teman di Malaysia," katanya.
Ida menambahkan ke depan penempatan PMI akan dilakukan dengan Sistem Penempatan Satu
Kanal (SPSK). Menurutnya dengan sistem tersebut, perlindungan terhadap PMI akan lebih
maksimal karena berbadan hukum, bukan perorangan. Sementara terkait permintaan
pembukaan kembali penempatan PMI ke luar negeri, Ida mengatakan sebelum melakukan
penempatan PMI, pihaknya masih berkoordinasi dan evaluasi dengan Gugus Tugas dan negara.
Sebab pandemi COVID-19 masih belum mereda.
"Kami sedang menyusun protokol untuk penempatan kembali. Kami sedang koordinasi dengan
gugus tugas menyangkut kesiapan negara penempatan. Jadi kita tunda sementara
pemberangkatan karena memang semua negara penempatan juga mengalami pandemi,"
tutupnya.
124

