Page 127 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 127

MENAKER IDA: KEPULANGAN PMI ETTY ATAS DUKUNGAN MASYARAKAT

              Jakarta,  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah  mengungkapkan  rasa  syukurnya  atas
              kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lolos dari hukuman mati, Etty binti Toyib di
              Arab Saudi.

              Menaker Ida menyatakan bahwa kepulangan Etty ke Indonesia atas partisipasi dan dukungan
              dari masyarakat.

              "Saya  sebagai  pemerintah  ingin  menyampaikan  terima  kasih  atas  dukungan,  partisipasi
              masyarakat,  terutama  dari  keluarga  besar  NU  melalui  LAZISNU,"  kata  Menaker  Ida  saat
              menjemput Etty di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (6/7/2020).

              Turut menjemput kepulangan Etty, Kepala BP2MI, Benny Ramdhani; Wakil Ketua MPR RI, Jazilul
              Fawaid; Anggota DPR RI Komisi IX, Anggia Ermarini dan Nihayatul Wafiroh.

              Menurut Menaker Ida, peran masyarakat dan advokasi dari perwakilan Indonesia untuk Arab
              Saudi sangat besar atas pembebasan dan kepulangan Etty ke Indonesia.


              "Saya kira ini kerja teman-teman perwakilan kita yang sudah mengadvokasi kepada Bu etty,
              dan akhirnya beliau dibebaskan dengan diyat yang harus dibayar. Dan diyat itu atas dukungan
              dari  seluruh  masyarakat,  termasuk  temen-temen  Komisi  IX  yang  mensupport  juga,"  kata
              Menaker Ida.

              Sebagaimana diketahui, Etty binti Toyyib merupakan PMI asal Majalengka, Jawa Barat yang
              lolos dari hukuman mati di Arab Saudi berkat tebusan 4 juta riyal atau Rp 15,5 miliar.

              Etty Toyyib merupakan PMI yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Pada 2001, Etty didakwa
              menjadi penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal al-Ghamdi. Etty dituduh meracuni sang
              majikan.

              Pada kesempatan ini, Menaker Ida menyatakan komitmennya untuk terus mengadvokasi PMI
              yang tengah mengalami masalah tersebut.

              Ia juga menyatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menjemput PMI yang mengalami
              masalah imigrasi di Malaysia dan akan segera pulang.

              "Dalam waktu dekat kami akan menjemput temen-temen yang mengalami masalah imigrasi di
              Malaysia yang alhamdulillah dibebaskan dengan tanpa denda. Itu juga atas kerja keras semua
              pihak melalukan diplomasi dengan temen-teman di Malaysia," katanya.

              Lebih lanjut ia menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan moratorium dengan pemerintah
              Arab Saudi untuk penempatan PMI.

              Nantinya penempatan melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK).

              Menurutnya, dengan sistem tersebut, perlindungan terhadap PMI akan lebih maksimal karena
              berbadan hukum, bukan perorangan.

              Terkait  permintaan  pembukaan  kembali  penempatan  PMI  ke  luar  negeri,  Ida  mengatakan
              sebelum  melakukan  penempatan  PMI,  pihaknya  masih  melakukan  koordinasi  dan  evaluasi
              dengan  berbagai  gugus  tugas  dan  negara  penempatan  karena  pandemi  Covid-19  masih
              berlangsung.


              Penundaan sementara keberangkatan PMI merupakan sebagai perlindungan terhadap PMI.



                                                           126
   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132