Page 136 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 136
Di sana sudah menunggu Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, Wakil Ketua MPR
Jazilul Fawaid, Wakil Ketua dan Anggota Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh dan Anggia Ermarini,
Anggota Komisi V Ning Eem Marhamah, dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran
Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani.
"Terima kasih banyak," ungkap Ety sambal mengatupkan tangan sebagai tanda salam kepada
para elite politik yang menunggu.
Ety lantas duduk di samping Menaker. "Kepada Bapak Presiden, kepada Ibu Negara, kepada
semuanya. Saya sudah enggak tahu anak-anak saya. Mudah-mudahan apa-apa dibalas oleh
Allah," katanya.
Ety belum tahu apa rencana yang akan dilakukan. Apalagi, setelah ini Ety masih harus menjalani
karantina selama 14 hari lagi sebelum pulang ke kampung halaman.
"Ya saya ucapkan terima kasih semuanya atas dukungan semua. Mudah-mudahan ada
hikmahnya untuk semua. Saya cuma bisa berdoa, cuma bisa segitu saya yang saya sampaikan
kepada semua," katanya lirih.
Perempuan yang telah menjalani hukuman selama 18 tahun atas tuduhan meracuni majikannya
ini mengaku tidak menyesal atas apa yang telah dialaminya selama ini. Justru, dia mengaku
mengambil hikmah dari takdir yang harus dijalaninya. Salah satunya, dia mengaku bersyukur
karena selama menjalani tahanan bisa mempelajari Alquran dan hadist hingga akhirnya mampu
menghafalkan Alquran 30 juz dan berbagai hadits.
"Kepada semua yang membantu saya, semoga ini menjadi jalan menuju surga," tutur Ety yang
mengaku harus mendekam di penjara sejak usia 35 tahun pada 2002 silam..
135

