Page 139 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 139
Dia mengaku hanya korban atas tuduhan pembunuhan. "Iya dituduh. Alhamdulillah saya enggak
ngelakuin. Insya Allah besok lusa, kapan, ada jawabannya dari Allah," katanya.
Kendati begitu, Ety mengaku tidak terbesit sedikitpun dendam di hatinya.
"Enggak, saya enggak ada dendam. Itu kesesatan saya, enggak ada yang disalahkan," katanya.
Ety pun mengaku gembira bisa kembali menginjakkan kaki ke Tanah Air yang sudah
ditinggalkannya selama 20 tahun.
"Ya bahagia Pak," ucapnya.
"Kalau rindu ya Tanah Air sendiri," lanjutnya.
Dengan pengalaman pahitnya selama ini dan usianya yang tidak lagi muda, tidak sedikitpun ada
di benak Ety untuk kembali bekerja ke luar negeri.
"Ya enggak, udah tua begini. Udah dipenjara, kapok," katanya.
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid yang menjemput Ety di bandara, mengaku bersyukur bahwa
salah seorang warga negara Indonesia berhasil dipulangkan.
"Alhamdulillah, hari ini memang kita saksikan satu nyawa warga negara Indonesia berhasil
pulang. Karena memang satu jiwa ini sangat berharga, tidak ada harganya. Ini hukum di Arab
Saudi menentukan siapapun yang divonis mati atau pembunuhan maka kena qishash. Yakni
hukum nyawa dengan nyawa. Namun, ada solusinya yakni dengan membayar diyat (uang
darah) sebagai denda.
Jazilul mengatakan, setelah proses yang begitu panjang dan berbelit, Ety akhirnya bisa bebas
dari hukuman mati setelah Pemerintah Indonesia dengan dukungan dari berbagai kalangan,
termasuk Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan PKB,
membayarkan diyat yang diminta keluarga majikan.
"Mulanya ahli waris majikannya meminta diyat sebesar 30 juta real atau Rp107 miliar agar
diampuni dan tidak dieksekusi. Tapi setelah ditawar-tawar akhirnya dengan berbagai
pendekatan akhirnya ahli warisnya bersedia dengan diyat sebesar Rp15,2 miliar. Cak Imin
(Ketua Umum DPP PKB) yang memprakarsai penggalangan dana bersama LAZISNU,
berkontribusi cukup banyak mencapai Rp12,5 miliar," tutur Jazilul Fawaid.
Menaker Ida Fauziyah mengaku bersyukur Ety bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat.
"Saya sebagai pemerintah ingin menyampaikan terima kasih atas dukungan partisipasi
masyarakat, terutama dukungan keluarga besar NU melalui LAZISNU, yang banyak teman-
teman Fraksi PKB," katanya.
Menurut Ida, kasus Ety harus menjadi pelajaran ke depan bahwa jika memang orang tidak
bersalah maka Allah SWT akan menunjukkan jalannya. Ida juga mengapresiasi kinerja dari
perwakilan RI di Arab Saudi yang sudah melakukan advokasi sehingga Ety bisa dibebaskan
dengan membayar diyat yang diambil atas dukungan seluruh masyarakat.
Diketahui, Ety Toyib Anwar divonis hukuman mati qishash berdasarkan Putusan Pengadilan
Umum Thaif No. 75/17/8 tanggal 22/04/1424H (23/06/2003M) yang telah disahkan oleh
Mahkamah Banding dengan nomor 307/Kho/2/1 tanggal 17/07/1428 dan telah disetujui oleh
Mahkamah Agung dengan No: 1938/4 tanggal 2/12/1429 H karena membunuh majikannya
warga negara Arab Saudi, Faisal bin Said Abdullah Al Ghamdi dengan cara diberi racun.
138

