Page 138 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 138

Ringkasan

              TANGERANG  - Raut wajahnya datar. Tidak terlihat ada kesedihan di raut wajah  Ety binti Toyyib
              Anwar  , warga Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat saat
              tiba  di  Ruang  VIP  Terminal  III  Bandara  Soekarno  Hatta,  Tangerang,  Banten  pada  Senin
              (6/7/2020) sore sekitar pukul 17.30 WIB.

              Tidak tampak pula keceriaan berlebihan. Aty yang mengenakan pakaian serba hitam dengan
              masker berjalan pelan menemui sejumlah tamu yang ada di Ruang VIP.



              18 TAHUN DIPENJARA DI ARAB SAUDI, ETY HAFALKAN ALQURAN 30 JUZ

              TANGERANG  - Raut wajahnya datar. Tidak terlihat ada kesedihan di raut wajah  Ety binti Toyyib
              Anwar  , warga Desa Cidadap, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat saat
              tiba  di  Ruang  VIP  Terminal  III  Bandara  Soekarno  Hatta,  Tangerang,  Banten  pada  Senin
              (6/7/2020) sore sekitar pukul 17.30 WIB.


              Tidak tampak pula keceriaan berlebihan. Aty yang mengenakan pakaian serba hitam dengan
              masker berjalan pelan menemui sejumlah tamu yang ada di Ruang VIP.

              Di sana sudah menunggu Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, Wakil Ketua MPR
              Jazilul Fawaid, Wakil Ketua dan Anggota Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh dan Anggia Ermarini,
              Anggota  Komisi  V  Ning  Eem  Marhamah,  dan  Kepala  Badan  Perlindungan  Pekerja  Migran
              Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani.

              Ety belum tahu apa rencana yang akan dilakukan. Apalagi, setelah ini Eny masih harus menjalani
              karantina selama 14 hari lagi sebelum pulang ke kampung halaman.
              "Ya  saya  ucapkan  terima  kasih  semuanya  atas  dukungan  semua.  Mudah-mudahan  ada
              hikmahnya untuk semua. Saya cuma bisa berdoa, cuma bisa segitu saya yang saya sampaikan
              kepada semua," tuturnya lirih.

              Perempuan yang telah menjalani hukuman selama 18 tahun atas tuduhan meracuni majikannya
              ini mengaku tidak menyesal atas apa yang telah dialaminya selama ini. Justru, dia mengaku
              mengambil hikmah dari takdir yang harus dijalaninya.

              Salah  satunya,  dia  mengaku  bersyukur  karena  selama  menjalani  tahanan  bisa  mempelajari
              Alquran dan hadist hingga akhirnya mampu menghafalkan Alquran 30 juz dan berbagai hadits.

              "Kepada semua yang membantu saya, semoga ini menjadi jalan menuju surga," tutur Ety yang
              mengaku harus mendekam di penjara sejak usia 35 tahun pada 2002 silam.

              Meski harus menjalani hidup di tahanan selama 18 tahun dan hanya sempat bekerja selama
              satu tahun delapan bulan, hingga kini Eny bersikukuh tidak bersalah karena tidak membunuh
              majikannya seperti yang didakwakan.

              "Ya enggak, saya enggak merasa bersalah. Nanti Allah yang menjawab itu untuk semuanya.
              Saya enggak merasa bersalah. Tapi mungkin dosa saya yang menghukum saya. Enggak ada
              yang disalahkan. Mungkin itu kesesatan saya," jelasnya.
              Ety pun menceritakan awal mula peristiwa sebelum majikannya meninggal dunia.


              "Majikan saya itu pergi ke Jeddah naik mobil sendiri. Paginya sarapan sama istrinya, malamnya
              makan di restauran. Di Jeddah dua minggu kesana kemari, apa kesalahan saya? Bagaimana
              saya disana menjerit-jerit enggak bunuh, enggak bunuh, tetapi tetap dipenjara," ungkapnya.
                                                           137
   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143