Page 158 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 158

korban awalnya meminta diyat atau uang denda 30 juta riyal atau sekitar Rp107 miliar agar Etty
              tidak  dieksekusi  meski  akhirnya  bersedia  memaafkan  dengan  jumlah  4  juta  riyal.  Dana
              pembayaran  untuk  Etty  adalah  hasil  tabarru  atau  sumbangan  para  dermawan  dari  seluruh
              Indonesia, termasuk dari Lembaga Zakat Infaq dan Sodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang
              penggalangannya dilakukan sejak 2018.

              Menaker menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan partisipasi dari berbagai lapisan
              masyarakat  dalam  usaha  membebaskan  Etty  serta  advokasi  yang  dilakukan  perwakilan
              Indonesia  di  Arab  Saudi.  Dia  memastikan  pemerintah  akan  terus  berusaha  memberikan
              perlindungan kepada pekerja migran Indonesia (PMI), tidak hanya dalam kasus seperti Etty tapi
              juga yang mengalami masalah terkait imigrasi.


              "(Pemerintah) terus akan melakukan advokasi, ada beberapa yang prosesnya sudah banyak
              juga yang kita bebaskan. Beberapa waktu lalu kita juga memulangkan beberapa teman yang
              dibebaskan, besok kita juga akan menjemput teman-teman yang mengalami masalah imigrasi
              di Malaysia," kata Menaker.

              Etty sendiri mengaku bahagia bisa kembali ke Tanah Air dan mengucapkan terima kasih kepada
              semua pihak yang sudah bisa membantunya pulang.

              "Saya bisa mengucapkan terima kasih semuanya atas dukungan semuanya. Mudah-mudahan
              ada hikmahnya untuk semuanya," kata dia.
              Etty sendiri mengaku tidak berniat untuk kembali bekerja di luar negeri setelah pengalamannya
              di Arab Saudi.














































                                                           157
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163