Page 154 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 154

korban awalnya meminta diyat atau uang denda 30 juta riyal atau sekitar Rp107 miliar agar Etty
              tidak dieksekusi meski akhirnya bersedia memaafkan dengan jumlah 4 juta riyal.

              Dana pembayaran untuk Etty adalah hasil tabarru atau sumbangan para dermawan dari seluruh
              Indonesia, termasuk dari Lembaga Zakat Infaq dan Sodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang
              penggalangannya dilakukan sejak 2018.

              Menaker menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan partisipasi dari berbagai lapisan
              masyarakat  dalam  usaha  membebaskan  Etty  serta  advokasi  yang  dilakukan  perwakilan
              Indonesia di Arab Saudi.

              Dia memastikan pemerintah akan terus berusaha memberikan perlindungan kepada pekerja
              migran  Indonesia  (PMI),  tidak  hanya  dalam  kasus  seperti  Etty  tapi  juga  yang  mengalami
              masalah terkait imigrasi.

              "(Pemerintah) terus akan melakukan advokasi, ada beberapa yang prosesnya sudah banyak
              juga yang kita bebaskan. Beberapa waktu lalu kita juga memulangkan beberapa teman yang
              dibebaskan, besok kita juga akan menjemput teman-teman yang mengalami masalah imigrasi
              di Malaysia," kata Menaker.

              Etty sendiri mengaku bahagia bisa kembali ke Tanah Air dan mengucapkan terima kasih kepada
              semua pihak yang sudah bisa membantunya pulang.

              "Saya bisa mengucapkan terima kasih semuanya atas dukungan semuanya. Mudah-mudahan
              ada hikmahnya untuk semuanya," kata dia.

              Etty sendiri mengaku tidak berniat untuk kembali bekerja di luar negeri setelah pengalamannya
              di Arab Saudi.











































                                                           153
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159