Page 199 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 199

Pada tahun 2001, Etty didakwa menjadi penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal Al-Ghamdi
              dengan tuduhan meracuni sang majikan.

              Dalam  persidangan,  keluarga  majikan  menuntut  hukuman  mati  kisas  dan  pengadilan
              memutuskan hukuman mati/qisas.

              Hukuman  mati  kisas  berdasarkan  Putusan  Pengadilan  Umum  Thaif  No.  75/17/8  tanggal
              22/04/1424H  (23/06/2003M)  yang  telah  disahkan  Mahkamah  Banding  dengan  Nomor
              307/Kho/2/1 tanggal 17/07/1428 dan telah disetujui Mahkamah Agung dengan Nomor 1938/4
              tanggal 2/12/1429 H karena membunuh majikannya warga negara  Arab Saudi  , Faisal bin Said
              Abdullah Al Ghamdi dengan cara diberi racun.

              Mulanya ahli waris majikannya meminta diyat sebesar 30 juta real atau Rp107 miliar agar Etty
              diampuni dan tidak dieksekusi.

              Namun setelah ditawar dan dilakukan berbagai pendekatan, akhirnya ahli warisnya bersedia
              memaafkan dengan diyat sebesar 4 juta riyal Saudi atau Rp15,2 miliar.

              "Pemerintah,  khususnya  Kemnaker  selalu  berkomitmen  melindungi  PMI.  Kami  bertanggung
              jawab atas keselamatan PMI," ujar Menaker.

              Menaker  Ida  mengaku  senang  dengan pembebasan  dan  kepulangan  Etty. Menurutnya,  Etty
              sebagai WNI sudah sepantasnya mendapatkan perlindungan dari negara.

              Diyat  atau  uang  denda  sebesar  4  juta  riyal  berhasil  dikumpulkan  sesuai  tuntutan  keluarga
              sekaligus ahli waris korban.

              Dana tersebut merupakan hasil 'tabarru' atau sumbangan dari para dermawan berbagai pihak
              di Indonesia, termasuk dari Lembaga Zakat Infaq, dan Sodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU)
              yang penggalangannya dilakukan sejak 2018..






































                                                           198
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204