Page 203 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 203
"Pemerintah, khususnya Kemnaker [Kementerian Ketenagakerjaan] selalu berkomitmen
melindungi PMI. Kami bertanggung jawab atas keselamatan PMI," ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Etty binti Toyyib merupakan PMI asal Majalengka, Jawa Barat yang
lolos dari hukuman mati di Arab Saudi berkat tebusan 4 juta riyal atau setara dengan Rp15,5
miliar.
Etty Toyyib merupakan PMI yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Pada 2001, Etty didakwa
menjadi penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal al-Ghamdi. Etty dituduh meracuni sang
majikan.
Dalam persidangan, keluarga majikan menuntut hukuman mati (qisas ) dan pengadilan
akhirnya menjatuhkan Etty hukuman mati.
Hukuman mati ini didasarkan atas Putusan Pengadilan Umum Thaif No. 75/17/8 tanggal
22/04/1424H (23/06/2003M) yang telah disahkan Mahkamah Banding dengan Nomor
307/Kho/2/1 tanggal 17/07/1428 dan telah disetujui Mahkamah Agung dengan Nomor 1938/4
tanggal 2/12/1429 H karena membunuh majikannya warga negara Arab Saudi, Faisal bin Said
Abdullah Al Ghamdi dengan cara diberi racun.
Mulanya, ahli waris majikannya meminta diyat sebesar 30 juta riyal atau Rp107 miliar agar Etty
diampuni dan tidak dieksekusi. Setelah melewati berbagai proses negosiasi, ahli warisnya
bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 4 juta riyal Saudi atau Rp15,2 miliar.
Diyat atau uang denda sebesar 4 juta riyal berhasil dikumpulkan sesuai tuntutan keluarga
sekaligus ahli waris korban. Dana tersebut merupakan hasil tabarru atau sumbangan dari para
dermawan berbagai pihak di Indonesia, termasuk dari Lembaga Zakat Infaq dan Sodaqah
Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang penggalangannya dilakukan sejak 2018..
202

