Page 21 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 21
Batubara dari PDIP, Menaker Ida Fauziah dari PKB, Menteri KKP Edhi Prabowo dari Partai
Gerindra, dan Menpora Zainudin Amali dari Partai Golkar. Sedangkan nama menteri lain dari
unsur non partai, namun diinginkan publik untuk direshuffle adalah Men-ko Maritim dan
Investasi Luhut Bin-sar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Agama Fachrul Razi,
dan Menkes Terawan Agus Putranto.
Menanggapi hasil survei itu, pakar hukum tata negara Refly Harun menilai angka 72,9 persen
responden itu adalah angka yang serius. Menandakan publik memang tidak nyaman dengan
kinerja 10 menteri itu. Namun menurut Refly, dari nama 10 menteri itu, separuh adalah menteri
yang diusung parpol pendukung presiden.
Menurut Refly, ada orang-orang dekat Presiden Jokowi yang diinginkan publik untuk direshuffle.
Dan tipis kemungkinan Jokowi berani mereshuffle. "Gimana ? Itu orang-orang dekatnya
(Jokowi). Seperti Fachrul Razi yang Ketua Tim Bravo 5 saat kampanye Jokowi yang bisa saja
dicopot, karena dia masih di bawah naungan Luhut (pendiri Bravo 5)," kata Refli.
Bagaimana kemungkinan Luhut untuk direshuffle ? Menurut Refly, langkah yang terlalu berani
dari Jokowi kalau mencopot Luhut. "Luhut? Hebat kalau Jokowi berani atau mau
mempensiunkan Luhut Binsar. Jangan marah ya Pak Luhut, ini kritik membangun. Sebab kalau
dalam setiap aspirasi survey selalu muncul nama Luhut. Tetapi dia juga yang orang paling
dianggap usefull buat presiden, orang yang selalu dianggap bisa menyelesaikan masalah. Kalau
kinerja, saya tidak mau bicara," urai Refly.
Terkait nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang disebut-sebut masuk ke dalam kabinet.
Refli menegaskan sangat tidak mungkin Ahok menjadi menteri. Alasannya, karena Ahok pernah
menjadi napi dan divonis dua tahun penjara terkait Pasal I56a KUHP tentang penistaan agama.
Di mana disebutkan syarat menjadi menteri tidak pernah divonis melakukan tindak pidana
dengan ancaman hukuman 5 tahun atau lebih. "Maka bisa dipastikan dia tidak bisa jadi menteri,
walaupun dia sudah bebas," pungkas Refli.
Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi dingin isu reshuffle cabinet. Ketua
DPP PKS Mardani Ali Sera menilai, jika dalam seminggu tak ada kabar kepastian reshuffle, berarti
Jokowi hanya 'omong doang'.
"Saya nggak mau suudzon, tapi kalau seminggu ini nggak ada kabar, omdo, omong doang,"
kata Mardani. Ditambahkan, masyarakat bisa menunggu apakah Jokowi memang mau reshuffle
atau tidak."Reshuffle monggo, mau kecilin (kabinet) monggo. Pokoknya kita serahkan ke Pak
Jokowi, PKS oposisi. Kita akan awasi biar publik mendapatkan haknya," ucapnya.
Secara terpisah, Menteri Kesehatan Terawan hanya tertawa kecil saat diisukan akan diganti.
Saat melakukan kunjungan kerja ke Solo, Jawa Tengah, wartawan bertanya tentang reshuffle
dirinya. Terawan hanya tertawa dan langsung masuk ke mobil. Dia menolak berkomentar,
(ind/ant)
20

