Page 25 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 25
Dalam persidangan, keluarga majikan menuntut hukuman mati. Dan pengadilan memutuskan
hukuman mati atau qisas terhadap Ety. Namun dengan melewati negosiasi yang panjang,
keluarga majikan bersedia memaafkannya, dengan meminta tebusan sebesar 4 juta riyal Saudi.
Kemarin Ety bercerita mengenai pengalamannya menjadi TKI di Arab Saudi. Sebelum bebas, ia
sempat dipenjara sekitar 18 tahun. Kendati demikian dirinya mengaku tak bersalah atas proses
hukum tersebut. Ia dituduh telah membunuh majikannya.
"Selama di dalam penjara, manghafal Al Quran," kata Ety. Ia pun sempat mengikuti ajang
perlombaan membaca Al Quran. "Sempat juara juga," ungkapnya.
Setelah bebas dan berada di Tanah Air. Ety mengungkapkan keinginannya untuk bertemu sanak
keluarganya di Majalengka, Jawa Barat. "Kangen banget keluarga." tuturnya sendu.
Ety juga belum tahu bagaimana ia akan melanjutkan kariernya setelah berada di Indonesia. Ia
menyatakan bahwa dirinya enggan menjadi TKI lagi. "Enggak mau. kapok." ujarnya.
Bantu yang lain
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah menjelaskan proses pembebasan Ety ini berkat kerja keras
sejumlah pihak. Ety lolos hukuman mati
berkat tebusan 4 juta riyal atau senilai Rp 15.5 miliar.
"Ini hasil kerja keras bersama. Memang masih banyak lagi yang seperti ini. tapi kita akan kerja
keras untuk membantu para TKI lainnya yang mengalami hal serupa," paparnya.
Sedangkan Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta. Alexander. menyatakan bahwa pihaknya
mengawal proses pemulangan Ety.
Ety berasal dari Majalengka. Maka pihak pemerintah pun sudah melakukan koordinasi dengan
keluarganya atas kepulangan Ety ke Indonesia kemarin. (dik)
caption:
TIBA DI INDONESIA --- Tenaga kerja Indonesia Ety Toyyib Anwar, tiba di Terminal 3 Bandara
Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (6/7) petang.
24

