Page 211 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 211

Etty Toyyib merupakan PMI yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Pada 2001, Etty didakwa
              menjadi penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal al-Ghamdi. Etty dituduh meracuni sang
              majikan.

              Dalam  persidangan,  keluarga  majikan  menuntut  hukuman  mati  kisas  dan  pengadilan
              memutuskan hukuman mati/qisas. Hukuman mati kisas berdasarkan Putusan Pengadilan Umum
              Thaif No. 75/17/8 tanggal 22/04/1424H (23/06/2003M) yang telah disahkan Mahkamah Banding
              dengan Nomor 307/Kho/2/1 tanggal 17/07/1428 dan telah disetujui Mahkamah Agung dengan
              Nomor 1938/4 tanggal 2/12/1429 H karena membunuh majikannya warga negara Arab Saudi,
              Faisal bin Said Abdullah Al Ghamdi dengan cara diberi racun.

              Mulanya ahli waris majikannya meminta diyat sebesar 30 juta real atau Rp107 miliar agar Etty
              diampuni  dan  tidak dieksekusi.  Namun  setelah  ditawar  dan  dilakukan  berbagai  pendekatan,
              akhirnya ahli warisnya bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 4 juta riyal Saudi atau Rp15,2
              miliar.

              Diyat  atau  uang  denda  sebesar  4  juta  riyal  berhasil  dikumpulkan  sesuai  tuntutan  keluarga
              sekaligus ahli waris korban. Dana tersebut merupakan hasil 'tabarru' atau sumbangan dari para
              dermawan  berbagai  pihak  di  Indonesia,  termasuk  dari  Lembaga  Zakat  Infaq,  dan  Sodaqah
              Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang penggalangannya dilakukan sejak 2018.

              (alf).


















































                                                           210
   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216