Page 215 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 215
Etty Toyyib merupakan PMI yang bekerja di Kota Taif, Arab Saudi. Pada 2001, Etty didakwa
menjadi penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal al-Ghamdi. Etty dituduh meracuni sang
majikan.
Dalam persidangan, keluarga majikan menuntut hukuman mati qisas dan pengadilan
memutuskan hukuman mati/qisas. Hukuman mati qishash berdasarkan Putusan Pengadilan
Umum Thaif No. 75/17/8 tanggal 22/04/1424H (23/06/2003M) yang telah disahkan Mahkamah
Banding dengan Nomor 307/Kho/2/1 tanggal 17/07/1428 dan telah disetujui Mahkamah Agung
dengan Nomor 1938/4 tanggal 2/12/1429 H karena membunuh majikannya warga negara Arab
Saudi, Faisal bin Said Abdullah Al Ghamdi dengan cara diberi racun.
Mulanya ahli waris majikannya meminta diyat sebesar 30 juta real atau Rp107 miliar agar Etty
diampuni dan tidak dieksekusi. Namun setelah ditawar dan dilakukan berbagai pendekatan,
akhirnya ahli warisnya bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 4 juta riyal Saudi atau Rp15,2
miliar.
Pemerintah pun membayar diyat kepada ahli warisnya. Pembayaran tersebut mendapat
dukungan penuh dari Lembaga Zakat Infaq dan Sodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sebesar
12,5 miliar atau 80% dari jumlah diyat serta partisipasi masyarakat yg peduli langsung
membayar diyat kepada ahli warisnya..
214

