Page 217 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 217

Ringkasan

              JAKARTA  - Kebijakan pemerintah agar ada perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan
              Awak Buah Kapal (ABK  ) Indonesia di kapal asing didukung  Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga
              Kerja Indonesia (Apjati)  .

              "Kami pasti akan dukung dan siap bersinergi denganKemnaker untuk mengadakan perbaikan
              tata kelola penempatan dan perlindungan ABK Indonesia di kapal bendera asing," kata Ketua
              Umum Apjati Ayub Basalamah di Jakarta, Senin.



              TATA KELOLA ABK INDONESIA, APJATI SIAP BEKERJA SAMA DENGAN
              PEMERINTAH PERBAIKI

              JAKARTA  - Kebijakan pemerintah agar ada perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan
              Awak Buah Kapal (ABK  ) Indonesia di kapal asing didukung  Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga
              Kerja Indonesia (Apjati)  .


              "Kami pasti akan dukung dan siap bersinergi denganKemnaker untuk mengadakan perbaikan
              tata kelola penempatan dan perlindungan ABK Indonesia di kapal bendera asing," kata Ketua
              Umum Apjati Ayub Basalamah di Jakarta, Senin.

              Ia berpendapat persoalan ABK merupakan pekerjaan rumah lama baik bagi pemerintah maupun
              bagi  mining  agency  (perusahaan  yang  memiliki  izin  resmi  untuk  menempatkan  ABK  di  luar
              negeri).

              "Ujung dari permasalahan ini memang berpusat belum adanya payung hukum yang memberi
              perhatian khusus terhadap pengaturan tata kelola niaga dan perlindungan ABK," ujar Ayub.
              Dijelaskan Ayub Undang-Undang No. 39 tahun 2004 memang sebelumnya memberi amanat
              agar ada Undang-Undang yang mengatur khusus soal masalah ABK ini.

              Namun sayangnya, begitu berganti Undang-Undang No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan
              Pekerja  Migran  Indonesia  persoalan  aturan  khusus  soal  ABK  ini  juga  belum  disiapkan
              pemerintah.

              "Karena itu, Apjati siap bersinergi dengan pemerintah untuk memberi masukan-masukan bagi
              perbaikan nasib ABK kedepannya," jelas Ayub.

              Terkait nasib ABK yang ditempatkan di kapal berbendera China, Ayub Basalamah mengatakan,
              sudah saatnya penempatan ABK ke China ini diatur melalui perjanjian  Bilateral antar kedua
              negara.

              "Selama ini penempatan PMI baik di sektor manufacture di perikanan, galangan kapal maupun
              ABK masih dilakukan swasta maupun perorangan," kata Ayub.

              Lebih jauh Ayub menyatakan dengan model penempatan seperti ini, bisa dipastikan bahwa nasib
              ABK terkait perlindungan, kontrak kerjanya, besaran gaji yang dibayar tentu tidak akan jelas.

              "Ini berarti nasib ABK sangat rentan karena itu kehadiran negara sudah waktunya dan Apjati
              terpanggil untuk bersinergi," ucapnya.

              Ayub menambahkan, China merupakan mitra terbesar dalam permintaan PMI sektor perikanan,
              di mana ada sekitar 1 juta potensi tenaga kerja yang siap diserap di negeri China.



                                                           216
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222