Page 236 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 236

"Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha
              sehingga dapat menghindari adanya PHK terhadap para pekerjanya," kata Menaker Ida dalam
              pada pertemuan Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk Kawasan Asia dan Pasifik secara
              virtual di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, pekan lalu (2/7/2020).

              Dalam kesempatan itu, Ida Fauziyah memaparkan beberapa kebijakannya. Pertama langkah-
              langkah  mitigasi  dampak  pandemi  Covid-19  di  sektor  ketenagakerjaan  berupa  kebijakan
              tanggap (rapid policy responses). Kebijakan tersebut bertujuan membangun kembali kondisi
              positif dan fokus pada pasar tenaga kerja dan institusi pasar kerja.

              Kebijakan  kedua,  menyediakan  program  berupa  insentif  pajak  penghasilan,  relaksasi
              pembayaran pinjaman/kredit, dan dalam waktu dekat akan dikeluarkan kebijakan relaksasi iuran
              jaminan sosial ketenagakerjaan untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja sektor formal.
              "Ketiga,  menyediakan  jaring  pengaman  sosial  bagi  pekerja  sektor  informal.  Pemerintah
              memberikan  bantuan  sosial  kepada  70,5  juta  pekerja  sektor  informal  yang  termasuk  dalam
              kategori miskin dan rentan," ujarnya.

              Keempat, memprioritaskan pemberian insentif pelatihan melalui Program Kartu Prakerja bagi
              pekerja yang ter-PHK. Pemerintah telah memberikan insentif pelatihan dengan target tahun ini
              sebanyak 3,5-5,6 juta penerima manfaat dan hingga saat ini telah terealisasi lebih dari 680.000
              penerima manfaat didominasi pekerja ter-PHK.
              "Mengingat pandemi, seluruh pelatihan dilakukan dengan metoda online. Dalam jangka waktu
              dekat akan diselenggarakan pelatihan keterampilan vokasi dengan metode blended (online dan
              offline) menyesuaikan kondisi penyebaran Covid-19 di suatu wilayah," kata Ida.

              Kebijakan  kelima  yakni  memperbanyak  program  perluasan  kesempatan  kerja  seperti  padat
              karya tunai, padat karya produktif, terapan Teknologi Tepat Guna (TTG), Tenaga Kerja Mandiri
              (TKM), dan kewirausahaan, yang dimaksudkan untuk penyerapan tenaga kerja.

              (    Sedangkan  langkah  ketujuh,  kata  Menaker,  yakni  menyediakan  panduan/pedoman  yang
              ditujukan bagi perusahaan dan pekerja. Utamanya menyangkut pelindungan pekerja/buruh dan
              kelangsungan usaha, serta perlindungan pekerja pada kasus penyakit akibat kerja karena Covid-
              19.

              Selain itu, pekerja yang terkena wabah Covid-19 wajib ditanggung Jaminan Kecelakaan Kerja
              (JKK), pedoman penyusunan perencanaan keberlangsungan usaha dalam menghadapi Covid-
              19, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyebaran Covid-19 di tempat kerja.

              (Lihat  videonya:  Nekat  Tiktokan  di  Jembatan  Suramadu,  Tiga  Emak-emak  Harus  Berurusan
              dengan Polisi)  Menaker Ida Fauziyah menyatakan bahwa sistem perlindungan sosial menjadi
              salah  satu  faktor  kunci  untuk  ketahanan  sosial  dan  ekonomi  suatu  negara.  "Berdasarkan
              pengalaman selama ini, kami berpandangan bahwa jaring pengaman sosial sangat diperlukan
              dalam rangka mendukung perekonomian yang stabil dan memberikan dukungan kepada pelaku
              usaha/industri serta melindungi pekerjaan," katanya.

              Menurutnya, pemerintah Indonesia telah memberikan penambahan anggaran untuk program
              terkait jaring pengaman sosial terhadap dampak Covid-19.

              (Sudarsono)  (ysw).






                                                           235
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241