Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 34

"Grup  Lion  Air  akan  terus  mengoperasikan  pesawat-pesa-watnya  untuk  melayani  rute-rute
              penerbangan domestik, di mana saat ini permintaannya terus meningkat. Jadi tidak benar jika
              ada informasi yang mengatakan Grup Lion Air berhenti beroperasi," papar Danang.

              Sementara  itu,  maskapai  nasional  Garuda  Indonesia  sebelumnya  juga  telah  merumahkan
              sementara waktu sekitar 800 karyawan dengan status tenaga kerja kontrak atau perjanjian kerja
              waktu tertentu (PKWT) selama tiga bulan terhitung sejak tanggal 14 Mei 2020.

              Direktur  Utama  Garuda  Indonesia  Irfan  Setiaputra  sempat  mengungkapkan,  kebijakan
              merumahkan karyawan dengan status PKWT tersebut merupakan upaya lanjutan yang perlu
              ditempuh di samping upaya-upaya strategis lain yang telah Garuda Indonesia lakukan. Hal ini
              untuk  memastikan  keberlangsungan  perusahaan  tetap  terjaga di tengah  kondisi operasional
              penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19.
              "Kebijakan  tersebut  dilakukan  dengan  pertimbangan  yang  matang  dengan  memperhatikan
              kepentingan  karyawan  maupun  perusahaan  dan  dilakukan  dalam  rangka  menghindari
              dilakukannya pemutusan hubungan kerja (PHK). Di samping itu, implementasi kebijakan ini juga
              telah melalui kesepakatan dan diskusi dua arah antara karyawan dan perusahaan," papar Irfan.

              Dia menambahkan, kebijakan ini bersifat sementara yang akan terus dikaji dan evaluasi secara
              berkala  sejalan dengan kondisi  perusahaan  dan  peningkatan  operasional  penerbangan yang
              tentunya diharapkan akan terus membaik dan kembali kondusif.
              Irfan menjelaskan, selama periode tersebut karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan hak
              kepegawaian berupa asuransi kesehatan maupun tunjangan hari raya yang sebelumnya telah
              dibayarkan.

              Dihubungi  terpisah,  pengamat  penerbangan  ALAC  Arista  Atmadjati  mengungkapkan,
              pengurangan  karyawan  maskapai  penerbangan  tak  terhindarkan,  karena  armada  maskapai
              yang terbang hanya 30% sehingga berdampak negatif ke pendapatan.

              "Jika vaksin Covid-19 belum ditemukan, kondisi industri penerbangan bisa bertambah runyam
              hingga Desember 2020," ujar dia.

              Dia pun mengungkapkan di era normal baru saat ini persyaratan penumpang untuk terbang
              memang sudah agak longgar, yakni surat izin keluar masuk (SIKM) dicabut dan cuma perlu rapit
              test Covid-19, namun kondisi psikologis masyarakat masih menjadi kendala.

              "Info orang yang terkena Covid-19 positif di Indonesia masih tinggi di atas 1.200 positif baru,
              jadi ini mengerikan bagi masyarakat kita, masyarakat ingin tetap sehat dulu, nggak mau pergi-
              pergi jauh," kata dia. (tm)






















                                                           33
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39