Page 33 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 33

Ringkasan

              Maskapai  Sriwijaya  Air  melakukan  pengurangan  karyawan  akibat  kondisi  industri  jasa
              penerbangan yang menurun karena pandemi Covid-19.

              "Tentu saja pengurangan SDM tak mungkin bisa dihindari dengan kondisi bisnis penerbangan
              yang tidak menentu saat ini," ungkap Corporate Communication Sriwijaya Air dalam keterangan
              resminya, Senin (6/7).



              SRIWIJAYA UMUMKAN PENGURANGAN KARYAWAN

              JAKARTA - Maskapai Sriwijaya Air melakukan pengurangan karyawan akibat kondisi industri jasa
              penerbangan yang menurun karena pandemi Covid-19.
              "Tentu saja pengurangan SDM tak mungkin bisa dihindari dengan kondisi bisnis penerbangan
              yang tidak menentu saat ini," ungkap Corporate Communication Sriwijaya Air dalam keterangan
              resminya, Senin (6/7).

              Manajemen  Sriwijaya  Air  mengambil  langkah  tidak  memutuskan  hubungan  kerja  terhadap
              karyawan, melainkan hanya tidak meneruskan kontrak dari beberapa karyawan yang berstatus
              karyawan kontrak. Namun demikian, manajemen maskapai itu tidak menyebutkan secara pasti
              jumlah karyawan kontrak yang tak diperpanjang masa kerjanya.

              Sementara itu, Grup Lion Air juga telah melakukan pengurangan tenaga kerja berdasarkan masa
              kontrak  kerja  berakhir  dan  tidak  diperpanjang,  yaitu  kurang  lebih  2.600  orang  dari  total
              karyawan sekitar 29.000 orang.

              Corporate  Communication  Strategic  Grup  Lion  Air  Danang  Mandala  Prihantoro  menjelaskan,
              keputusan berat tersebut diambil dengan tujuan utama sebagai strategi untuk mempertahankan
              kelangsungan  bisnis  dan  perusahaan  tetap  terjaga,  merampingkan  operasi  perusahaan,
              mengurangi  pengeluaran,  dan  merestrukturisasi  organisasi  di  tengah  kondisi  operasional
              penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19.
              "Bukan pemutusan hubungan kerja (PHK), tapi pengurangan tenaga kerja berdasarkan masa
              kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang yaitu kurang lebih 2.600 orang dari total karyawan
              kurang lebih 29.000," kata Danang saat dihubungi Investor Daily, Senin (6/7).

              Selain itu, Grup Lion Air melakukan pembicaraan bersama mitra-mitra usaha serta melakukan
              pemotongan penghasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai prosentase bervariasi,
              semakin  besar  penghasilan  semakin  besar  nilai  nominal  potongannya.  Kebijakan-kebi-jakan
              tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni 2020
              sampai waktu yang belum ditentukan (pemberitahuan lebih lanjut/ until further notice).

              "Grup Lion Air berencana, apabila di waktu mendatang kondisi perusahaan kembali pulih dan
              lebih baik secara bisnis, operasional serta pendapatan, maka karyawan dimaksud (yang tidak
              diperpanjang kontrak kerja) akan diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di
              Grup Lion Air," imbuh Danang.

              Bantah Berhenti Operasi

              Dalam  pernyataannya  resminya  kemarin,  Danang  juga  membantah  kabar  yang  menyatakan
              Grup Lion Air berhenti operasi. Sebaliknya mereka akan menaikkan kapasitas penerbangan yang
              dimulai pada Juli ini dan dilanjutkan ke bulan-bulan berikutnya.



                                                           32
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38