Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 37
Itu dikatakan Benny dalam program Ngopi Pagi bersama Rakyat Merdeka, kemarin. Acara ini
dipandu Direktur Rakyat Merdeka Kiki Is-wara. Ikut dalam obrolan santai tersebut, Pemimpin
Umum Rakyat
Merdeka Ratna Susilowati dan Wartawan Senior Raky at Merdeka Budi Rahman Hakim.
Biasanya, Ngopi Pagi membahas berita aktual di halaman utama Rakyat Merdeka. Namun
kemarin, diskusi yang ditayangkan secara live pada jejaring media sosial Rakyat Merdeka:
Facebook, Instagram dan Channel YouTube itu, khusus membahas soal pekerja migran. Tema
yang diangkat "Gerak Roda Ekonomi Setelah Pandemi, Upaya Mempercepat Penempatan PMI
Ke Luar Negeri".
Setelah proses pemulangan PMI. saat ini salah tugas yang harus dilakukan BP2MI yakni
penempatan PMI di negara tujuan. Setidaknya, terdapat 43 ribu lowongan pekerjaan di daerah
penempatan, seperti Taiwan, Hong Kong, Korsel, dan Jepang.
"Bagaimana kesiapan keberang-katan mereka kembali, mulai dari kepengurusan visa dan lain-
lain. Kemudian masalah pelatihan, apakah mereka masuk BLK. terus tes PCR sebelum mereka
berangkat." tanya Kiki membuka acara.
Dalam kesempatan itu, Benny menyinggung soal tantangan yang dihadapinya memimpin
lembaga tersebut. Dia sadar berada di satu tempat yang problemnya lumrah diketahui publik.
Mulai dari perbudakan modern, tindakan kekerasan, eksploitasi, gaji tidak dibayar, anak buah
kapal yang mengalami pelarungan, PMI diputus kontrak sepihak, PMI yang bermasalah hukum,
masalah ketenagakerjaan, industrial, dan sosial.
"Kami sudah menangani 31.104 PMI yang kembali ke Indonesia. Sedangkan yang tercatat pada
sistem kita yang terintegrasi dengan sistem informasi Keimigrasian ada 36.924 PMI. Lalu data
yang kami peroleh dari perwakilan KBRI dan KJRI ada 143 PMI yang sakit, 246jenazah PMI yang
sudah kami pulangkan ke Tanah Air, 15.788 PMI bermasalah dan 20.727 anak buah kapal,"
jelasnya.
Dia meyakini semuanya sudah pulang ke Indonesia dan tidak membawa permasalahan serius.
"Alhamdulilah penanganan di lapangan koordinasi dengan KBRI dan Gugus Tugas Keimigrasian
Pemda sangat baik. Sehingga hanya sedikit masalah, paling mis komunikasi di lapangan dan
tidak ada masalah serius," ujar politisi 1 lanura itu.
Di samping itu, Benny menilai terdapat pekerjaan besar yang sedang dihadapinya, yaitu mafia
yang selama ini terlibat dalam pekerjaan pengiriman PMI illegal. "Salah satu sambutan saya,
saya mendeklarasi perang terhadap sindikasi pengiriman pekerja ilegal," ujar Benny.
Dalam waktu singkat, Benny mengklaim telah menyiapkan lang-kah-langkah untuk memerangi
para mafia pengiriman PMI ilegal. Apalagi dia tahu siapa di balik kejahatan tersebut. Maka itu
dia menyatakan negara harus hadir dan hukum harus bekerja terhadap komplotan penjahat
yang merugikan negara.
"Mereka adalah pemilik modal, pemilik kapital yang berkelompok dengan oknum-oknum di kursi
kekuasaan. Saya berani menyebut ada oknum TNI, ada oknum Polri, Imigrasi dan BP2MI sendiri.
Mereka adalah pengkhianat republik," bebernya.
Dia memastikan akan memimpin langsung perang ini dan akan mengambil alih tongkat komando
sebagai panglima. Negara tidak boleh abai dan lalai, mengingat semua WNI wajib dilindungi.
36

