Page 63 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 07 JULI 2020
P. 63
Majalengka, Jawa Barat, ini dijatuhi hukuman mati, la sudah menjalani penjara selama 18 tahun
di negeri kaya minyak itu.
Kini, setelah membayar diyat (denda) sebesar Rp 15,5 miliar atau setara 4 juta real yang
dibayarkan Kedutaan Besar Arab Saudi, dia bebas terbebas dari hukuman itu.
Berkat bantuan anggota DPR dari Fraksi PKB dan lembaga LazisNU, wanita setengah baya itu
bisa kembali ke Indonesia atas bantuan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh
Abegebrie.
BEBAS HUKUMAN MATI, ETY KAPOK JADI TKW
Tak pernah terbayang-kan di benak Ety Toyyib Anwar, yang bekerja sebagai pekerja migran
Indonesia di Arab Saudi. Wanita dari Desa Cidadap, Kecamatan Cingam-bul, Kabupaten
Majalengka, Jawa Barat, ini dijatuhi hukuman mati, la sudah menjalani penjara selama 18 tahun
di negeri kaya minyak itu.
Kini, setelah membayar diyat (denda) sebesar Rp 15,5 miliar atau setara 4 juta real yang
dibayarkan Kedutaan Besar Arab Saudi, dia bebas terbebas dari hukuman itu.
Berkat bantuan anggota DPR dari Fraksi PKB dan lembaga LazisNU, wanita setengah baya itu
bisa kembali ke Indonesia atas bantuan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh
Abegebrie.
Berdasarkan pantauan, Ety yang mengenakan baju gamis berwarna hitam, tampak sumringah
saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (6/7).
Ia menjalani perjalanan langsung dari Jeddah dengan menggunakan pesawat Saudi Arabia
Arlines SV818. Ia langsung disambut Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah dan Wakil
Ketua MPR Jazilul Fawaid serta Kepala BP2MI, Benny Ram-dhani. Hanya kata syukur yang
diucapkannya saat Ety bertemu dengan sejumlah
wartawan yang sejak siang menunggunya.
"Alhamdulillah. Bahagia. Saya rindu Indonesia, Tanah Air saya. Alhamdulillah bebas dari segala-
galanya, bebas dosa," ungkapnya singkat.
Ety merasa tak pernah bersalah dengan apa yang dilakukannya. Lantaran dia tak pernah
melakukan apa yang dituduhkan kepadanya. Ia dituduh meracuni majikannya.
"Saya tidak melakukan, tapi insyaallah kapan ada jawabannya. Padahal majikan saya itu pergi
ke Jeddah naik mobil sendiri, paginya sarapan sama istrinya, malamnya makan di restoran. Dan
dia di Jeddah dua minggu ke sana ke mari, tetapi karena kesalahan komunikasi, saya akhirnya
saya di penjara. Namun,
saya tidak dendam. Itu ke-sesatan saya, tidak ada yang disalahkan," ungkap Ety.
Ety menjelaskan, di dalam penjara dia banyak mengambil hikmah. Bahkan, dia menjadi
khafidzah lantaran kini hafal ayat-ayat suci Alquran.
"Bahkan saya pemah menjadi peringkat empat di lomba Hafidz Quran antar-napi, baik napi pria
ataupun napi wanita," tambahnya.
"Saya pastinya kapok jadi TKW (tenaga kerja Indonesia). Ya saya bisa mengucapkan terima
kasih, semuanya dukungan semuanya baik dari bapak-bapak di FPKB DPR MPR dan juga LazisNU
62

