Page 33 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JANUARI 2020
P. 33

Alasan serupa KSPI gunakan kala menolak Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor
               228 Tahun 2019 tentang Jabatan Tertentu Yang Dapat Diduduki Oleh Tenaga Kerja
               Asing. Aturan ini menambah banyak sektor usaha dan jabatan tertentu yang dapat diisi
               pekerja asing. Salah satunya sektor konstruksi.

               Saat itu Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan "jika pekerjaan yang bisa diduduki
               tenaga kerja asing diperluas, maka perpindahan keahlian dan perpindahan pekerjaan
               tidak akan terjadi."

               Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono membantah anggapan
               KSPI. Ia menegaskan dalam RUU Cilaka hanya tenaga kerja asing yang punya keahlian
               tertentu saja yang akan diberi izin bekerja di Indonesia.

               Menurutnya, seperti dikutip dari Antara, "yang kami mau permudah [perizinannya]
               adalah TKA ahli untuk kondisi tertentu."

               Ia mengklaim mekanisme ini akan memudahkan operasional perusahaan. Contohnya,
               mesin mati mendadak di pabrik tekstil dapat dengan mudah diperbaiki oleh tenaga kerja
               asing karena hanya dialah yang dapat melakukannya. Menurutnya ini mustahil terjadi
               jika menggunakan regulasi saat ini.

               "Jangan disalah pahami. Semoga jelas," katanya.
               Dianggap Keliru

               Saat ini naskah akademik dan draf RUU Cilaka belum juga dapat diakses publik meski
               sudah diwanti-wanti oleh Presiden Joko Widodo sejak tahun lalu. Namun merujuk ke
               pernyataan Susiwijono, peneliti dari Institute For Development of Economics and
               Finance (Indef) Nailul Huda menilai mempermudah izin tenaga kerja asing dapat
               bekerja di Indonesia tetap tidak tepat.

               Menurutnya apa yang dikatakan Susiwijono bertabrakan dengan tujuan Jokowi yang
               ingin meningkatkan kualitas SDM.

               "Seharusnya tenaga kerja lokal yang sudah terlatih bisa diberikan latihan kerja di luar
               negeri untuk bisa memahami sistem kerja mesin-mesin pabrik saat ini, bukan malah
               mengundang TKA untuk masuk. Cara berpikir yang keliru dari Pak Sesmenko ini," kata
               Nailul kepada reporter Tirto, Selasa (21/1/2020) lalu.

               Per akhir 2018, jumlah tenaga kerja di Indonesia mencapai 95 ribu, atau meningkat
               10,88 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebagian besar dari mereka termasuk
               golongan profesional atau biasa disebut buruh kerah putih.

               Dilihat dari negara asalnya, pekerja asing Indonesia terbanyak dari Cina, jumlahnya
               kira-kira 32 ribu orang. Menyusul Jepang (13 ribu), Korea (9 ribu), India (7 ribu), dan
               Malaysia (5 ribu).








                                                       Page 32 of 62.
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38