Page 106 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2019
P. 106
Hanif menegaskan pihaknya tidak hanya berupaya meningkatkan kapasitas SDM
melalui pelatihan dan pendidikan vokasi, melainkan juga terus memperbaiki
keseluruhan ekosistem ketenagakerjaan di Tanah Air.
"Jadi kita upayakan bukan hanya punya skill yang baik, tapi juga pasti dapat kerja.
Jaminan sosial pun harus diperkuat," terang Hanif Dhakiri. Ia menerangkan bahwa
saat ini pihaknya berusaha meningkatkan iklim ketenagakerjaan, agar tak lagi kaku.
Dengan konsep flexibility labour market , Hanif memandang sulit untuk meminta
perusahaan memberi jaminan kepastian kerja. Karena itu, paradigmanya yang mesti
diubah, dari semula harus kerja tetap, kini yang penting tetap kerja, katanya.
Selain pembangunan soft infrastructure berupa SDM, kebijakan lahan pun menjadi
perhatian pemerintah.
Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil menjelaskan mengenai kebijakan reforma agraria
untuk mendorong transformasi ekonomi Indonesia. Menurutnya, kebijakan ini
dirancang untuk menata kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan
pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan.
Hal tersebut dilakukan melalui penataan aset yang disertai dengan penataan akses
untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
Ia pun menyampaikan gagasan "Bank Tanah" sebagai salah satu fasilitator untuk
meningkatkan investasi. Dengan konsep ini, akan memudahkan bagi masyarakat
pemilik tanah untuk mendapatkan pinjaman modal. Detail yang mengatur lebih
lanjut aturan mainnya pun kini sedang disiapkan oleh pihak BPN.
Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkap
strategi mendorong ekspor menuju Indonesia Maju, salah satunya yakni fokus
terhadap produk ekspor dari produk primer ke industri atau olahan, dan diversifikasi
produk ekspor.
Enggar mencatat strategi lainnya adalah dengan mengelola impor dengan baik,
menggiatkan ekspor jasa, dan memperluas ekspor ke pasar-pasar nontradisional.
"Kita juga tentunya perlu terus membangun iklim perdagangan yang kondusif," kata
Mendag.
Page 105 of 142.

