Page 109 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2019
P. 109

KSPI Minta Penundaan Revisi UU Ketenagakerjaan

               Vice Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Obon Tabroni meminta,
               usulan pengusaha untuk melakukan revisi terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 13
               Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan) ditunda.

               "Persoalan ketenagakerjaan bukan persoalan sepele. Sebab akan berdampak pada
               sekitar 80 juta buruh formal di Indonesia. Karena itu butuh kajian yang mendalam,"
               ujar dia di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

               Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan rapat koordinasi
               dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti usulan pengusaha melakukan revisi UU
               Ketenagakerjaan.

               "Tidak akan maksimal dalam waktu 3 bulan undang-undang tersebut disahkan.
               Butuh pengkajian yang lama kalau hasil ingin maksimal," lanjut Obon.

               Dia khawatir, menjelang akhir masa jabatan DPR periode 2014-2019, pembahasan
               revisi UU Ketenagakerjaan akan terjadi proses transaksional .

               Sebagaimana diketahui, pasal-pasal yang ada dalam UU Ketenagakerjaan berkaitan
               dengan upah, outsourcing, PHK, tenaga kerja asing, jaminan sosial, dan lain
               sebagainya. Semua hal tersebut terkait erat dengan kepentingan pengusaha dan
               buruh.

               Ironisnya, Obin melanjutkan, saat ini isu yang kencang terdengar revisi ditujukan
               untuk mengurangi kualitas upah, mempermudah PHK, hingga penghapusan
               pesangon.

               "Karena itulah, sebagian besar serikat buruh menolak revisi UU Ketenagakerjaan jika
               tujuannya untuk mengakomodir kepentingan pengusaha," tegas Obon.

               "Namanya saja UU Ketenagakerjaan. Karena itu semangatnya adalah memberikan
               proteksi terhadap kepentingan tenaga kerja," dia menandaskan.
               Presiden KSPI: Jokowi Setuju Revisi PP Pengupahan

               Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal,
               menyampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui tuntutan buruh
               terkait revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang
               Pengupahan.

               Persetujuan ini disebutnya telah diutarakan Jokowi saat serikat pekerja diundang ke
               Istana Bogor pada Jumat lalu.

               "KSPI mengapresiasi dan berterimakasih kepada presiden Jokowi yang menyetujui
               adanya revisi PP 78. Meski kita belum tahu siapa yang akan menjadi presiden





                                                      Page 108 of 142.
   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114