Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2019
P. 85
Title BANYAK BADAN USAHA ABAI TERHADAP PERLINDUNGAN HAK PEKERJA
Media Name harianjogja.com
Pub. Date 09 Agustus 2019
https://ekbis.harianjogja.com/read/2019/08/09/502/1011088/banyak-badan -usaha-
Page/URL
abai-terhadap-perlindungan-hak-pekerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JOGJA - Sejumlah perusahaan di wilayah DIY terindikasi tidak mematuhi ketentuan
UU Ketenagakerjaan. Khususnya terkait kepesertaan dalam program jaminan
perlindungan ketenagakerjaan.
Kepada Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Jogja Adi Hendarto mengatakan
di wilayah DIY terdapat 11.068 badan usaha dengan 216.835 tenaga kerja. Dari
jumlah tersebut terindikasi ada badan usaha yang tidak memenuhi kewajibannya.
Pihaknya mencatat ada 478 badan usaha di mana masuk kategori perusahaan wajib
belum daftar (PWBD) BPJS Ketenagakerjaan. "Mereka seharusnya wajib mengikuti
program tetapi tidak mengikuti program. Ini jelas merugikan tenaga kerja," katanya,
Jumat (9/8/2019).
Selain itu, lanjut Adi, ada 14 badan usaha yang masuk perusahaan daftar sebagian
(PDS) Upah. Perusahaan ini hanya mendaftarkan sebagian upah karyawannya.
Kondisi ini berkonsekuensi pada tidak optimalnya manfaat perlindungan sosial
ketenagakerjaan yang diterima pekerja. Bahkan terdapat 76 badan usaha yang
masuk kategori perusahaan daftar sebagian (PDS) Program.
"Satu perusahaan yang PSD tenaga kerjanya. Ini jelas berpotensi merugikan tenaga
kerja karena sebagian dari mereka tidak menerima manfaat program," katanya.
Oleh karenanya, kata Adi, BPJS Ketenagakerjaan bersama Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi DIY akan mendorong penerapan sanksi bagi badan usaha yang tidak
mematuhi ketentuan UU. Jika penerapan sanksi dilakukan, maka perusahaan yang
ingin mendapatkan izin ataupun memperpanjang izinnya kalau belum menjadi
peserta maka izinnya tidak akan dikeluarkan.
"Kalau mau memperpanjang izin tapi masih ada tunggakan mana perusahaan harus
membayar dulu tunggakannya. Sebab sampai saat ini ada 723 badan usaha yang
memiliki piutang [tunggakan]," katanya.
Page 84 of 142.

