Page 119 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 119

"Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha
              sehingga  dapat  menghindari  adanya  PHK  (pemutusan  hubungan  kerja)  terhadap  para
              pekerjanya,"  kata  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker),  Ida  Fauziyah,  saat  menjadi  panelis
              dalam  Pertemuan  International  Labour  Organization  (ILO)  untuk  Kawasan  Asia  dan  Pasifik
              secara virtual di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

              Kebijakan  kedua,  menyediakan  program  berupa  insentif  pajak  penghasilan,  relaksasi
              pembayaran pinjaman/kredit, dan dalam waktu dekat akan dikeluarkan kebijakan relaksasi iuran
              jaminan sosial ketenagakerjaan untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja sektor formal.

              "Ketiga,  menyediakan  jaring  pengaman  sosial  bagi  pekerja  sektor  informal.  Pemerintah
              memberikan bantuan sosial kepada 70,5 juta pekerja sektor informal, yang termasuk dalam
              kategori miskin dan rentan," ujarnya. Keempat, memprioritaskan pemberian insentif pelatihan
              melalui  program  Kartu  Prakerja  bagi  pekerja  yang  ter-PHK.  Pemerintah  telah  memberikan
              insentif pelatihan dengan target tahun ini sebanyak 3,5-5,6 juta penerima manfaat, dan hingga
              saat ini telah terealisasi lebih dari 680 ribu penerima manfaat didominasi oleh pekerja ter-PHK.

              "Mengingat pandemi, seluruh pelatihan dilakukan dengan metoda online. Dalam jangka waktu
              dekat akan diselenggarakan pelatihan keterampilan vokasi dengan metode blended (online dan
              offline)  menyesuaikan  kondisi  penyebaran  Covid-19  di  suatu  wilayah,"  katanya.  Kebijakan
              kelima, memperbanyak program perluasan kesempatan kerja, seperti padat karya tunai, padat
              karya  produktif,  terapan  Teknologi  Tepat  Guna  (TTG),  Tenaga  Kerja  Mandiri  (TKM),  dan
              kewirausahaan, yang dimaksudkan untuk penyerapan tenaga kerja.

              "Selanjutnya, perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, baik yang sudah kembali ke
              Indonesia maupun yang masih berada di luar negeri," ujar Ida. Langkah ketujuh, tambahnya,
              menyediakan  panduan/pedoman  yang  ditujukan  bagi  perusahaan  dan  pekerja.  Utamanya
              menyangkut pelindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha, serta perlindungan pekerja
              pada kasus penyakit akibat kerja karena Covid-19.

              Selain itu, pekerja yang terkena wabah Covid-19 wajib di-cover Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK);
              pedoman penyusunan perencanaan keberlangsungan usaha dalam menghadapi Covid-19; dan
              kesiapsiagaan  dalam  menghadapi  penyebaran  Covid-19  di  tempat  kerja.  Sesi  II  Asia  Pacific
              Regional Event bertema "Mendukung perusahaan dan Melindungi Pekerja di Asia dan Pasifik"
              ini diikuti 180 partisipan dari berbagai negara anggota ILO. (*).































                                                           118
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124