Page 121 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 121

langkah pertama yakni mengalokasikan dana untuk penanganan Covid-19 sebesar USD 46,6
              miliar, termasuk stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha sejumlah USD 17,2 miliar.

              "Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha
              sehingga  dapat  menghindari  adanya  PHK  terhadap  para  pekerjanya,"  kata  Menaker  Ida.
              Kebijakan  kedua,  menyediakan  program  berupa  insentif  pajak  penghasilan,  relaksasi
              pembayaran pinjaman/kredit, dan dalam waktu dekat akan dikeluarkan kebijakan relaksasi iuran
              jaminan sosial ketenagakerjaan untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja sektor formal.
              "Ketiga,  menyediakan  jaring  pengaman  sosial  bagi  pekerja  sektor  informal.  Pemerintah
              memberikan  bantuan  sosial  kepada  70,5  juta  pekerja  sektor  informal  yang  termasuk  dalam
              kategori miskin dan rentan," ujarnya. Keempat, memprioritaskan pemberian insentif pelatihan
              melalui  program  kartu  pra-kerja  bagi  pekerja  yang  ter-PHK.  Pemerintah  telah  memberikan
              insentif pelatihan dengan target tahun ini sebanyak 3,5-5,6 juta penerima manfaat dan hingga
              saat ini telah terealisasi lebih dari 680 ribu penerima manfaat didominasi oleh pekerja ter-PHK.

              "Mengingat pandemi, seluruh pelatihan dilakukan dengan metoda online. Dalam jangka waktu
              dekat akan diselenggarakan pelatihan keterampilan vokasi dengan metode blended (online dan
              offline)  menyesuaikan  kondisi  penyebaran  Covid-19  di  suatu  wilayah,"  kata  Menaker  Ida.
              Kebijakan  kelima  yakni  memperbanyak  program  perluasan  kesempatan  kerja  seperti  padat
              karya tunai, padat karya produktif, terapan Teknologi Tepat Guna (TTG), Tenaga Kerja Mandiri
              (TKM), dan kewirausahaan, yang dimaksudkan untuk penyerapan tenaga kerja.

              "Selanjutnya  perlindungan  terhadap  pekerja  migran  Indonesia,  baik  yang  sudah  kembali  ke
              Indonesia maupun yang masih berada di luar negeri," ujar Menaker Ida.

              Sedangkan langkah ketujuh, kata Menaker Ida, yakni menyediakan panduan/pedoman yang
              ditujukan bagi perusahaan dan pekerja. Utamanya menyangkut pelindungan pekerja/buruh dan
              kelangsungan  usaha,  serta  perlindungan  pekerja  pada  kasus  penyakit  akibat  kerja  karena
              COVID-19. Selain itu, pekerja yang terkena wabah COVID-19 wajib di-cover Jaminan Kecelakaan
              Kerja (JKK); pedoman penyusunan perencanaan keberlangsungan usaha dalam menghadapi
              COVID-19; dan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyebaran Covid-19 di tempat kerja.

              Sesi II Asia Pacific Regional Event bertema "Mendukung perusahaan dan Melindungi Pekerja di
              Asia dan Pasifik" ini diikuti 180 partisipan dari berbagai negara anggota ILO. (ars).































                                                           120
   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126