Page 115 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 115

Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah  berujar  kebijakan  tersebut  bertujuan  membangun
              kembali kondisi positif dan fokus pada pasar tenaga kerja dan institusi pasar kerja.

              Langkah pertama yakni mengalokasikan dana untuk penanganan  Covid-19  sebesar USD 46,6
              miliar.

              Saat menjadi panelis dalam Pertemuan International Labour Organization (ILO) untuk Kawasan
              Asia dan Pasifik secara virtual, Ida mengungkapkan langkah itu termasuk stimulus ekonomi bagi
              para pelaku usaha sejumlah USD 17,2 miliar.

              "Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha
              sehingga dapat menghindari adanya PHK terhadap para pekerjanya," kata Menaker Ida dalam
              keterangannya, Kamis (2/7/2020).

              Kebijakan  kedua,  menyediakan  program  berupa  insentif  pajak  penghasilan,  relaksasi
              pembayaran pinjaman/kredit.
              "Dalam waktu dekat akan dikeluarkan kebijakan relaksasi iuran jaminan sosial ketenagakerjaan
              untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja sektor formal," ujarnya  Ketiga, menyediakan jaring
              pengaman sosial bagi pekerja sektor informal.

              Pemerintah akan memberikan bantuan sosial kepada 70,5 juta pekerja sektor informal yang
              termasuk dalam kategori miskin dan rentan.

              Keempat yaitu memprioritaskan pemberian insentif pelatihan melalui program kartu pra-kerja
              bagi pekerja yang ter-PHK.

              Dalam hal ini pemerintah telah memberikan insentif pelatihan dengan target tahun ini sebanyak
              3,5-5,6 juta penerima manfaat dan hingga saat ini telah terealisasi lebih dari 680 ribu penerima
              manfaat didominasi oleh pekerja ter-PHK.

              Mengingat pandemi, seluruh pelatihan dilakukan dengan metode daring atau online.

              "Dalam jangka waktu dekat akan diselenggarakan pelatihan keterampilan vokasi dengan metode
              blended (online dan offline) menyesuaikan kondisi penyebaran Covid-19 di suatu wilayah," kata
              Menaker Ida.

              Kebijakan  kelima  yakni  memperbanyak  program  perluasan  kesempatan  kerja  seperti  padat
              karya tunai, padat karya produktif, terapan Teknologi Tepat Guna (TTG), Tenaga Kerja Mandiri
              (TKM), dan kewirausahaan, yang dimaksudkan untuk penyerapan tenaga kerja.

              Langkah  keenam  memberikan  perlindungan  terhadap  pekerja  migran  Indonesia,  baik  yang
              sudah kembali ke Indonesia maupun yang masih berada di luar negeri.

              Sedangkan langkah ketujuh, kata Menaker Ida, yakni menyediakan panduan/pedoman yang
              ditujukan bagi perusahaan dan pekerja.

              Utamanya  menyangkut  pelindungan  pekerja/buruh  dan  kelangsungan  usaha,  serta
              perlindungan pekerja pada kasus penyakit akibat kerja karena  Covid-19  .

              Selain itu, pekerja yang terkena wabah  Covid-19  wajib di-cover Jaminan Kecelakaan Kerja
              (JKK); pedoman penyusunan perencanaan keberlangsungan usaha dalam menghadapi  Covid-
              19  ; dan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyebaran  Covid-19  di tempat kerja..





                                                           114
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120