Page 113 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 113

Batam,  Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama
              Mentri  Kelautan  dan  Perikanan  (KKP)  RI  Edy  Probowo  melakukan  rapat  kerja  dengan
              stakeholder terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (2/7) di
              Batam.

              Rapat membahas langkah strategis dalam meningkatkan ekonomi di daerah kepulauan ini pasca
              pendemi.  Strategi  untuk  mendukung  perekonomian  juga  digali  dari  Investasi  Industri  serta
              sektor kelautan dan perikanan.
              Menko  Luhut  mengatakan,  beberapa  poin  penting  dibahas  dalam  rapat  untuk  mendukung
              rencana proyek pengolahan biji bauksit menjadi Alumina di Kabupaten Bintan, Kepri yang akan
              menyerap sekitar 20.000 pekerja. Rencananya perusahaan itu, sacara resmi beroperasi sekitar
              Januari 2021.
              "Di Bintan ada pembangunan proyek pengolahan biji Bauksit menjadi Alumina serta produk
              turunanya untuk dijadikan bahan industri. Akan ditempatkan sekitar 10 persen tenaga kerja
              asing (TKA) yang berasal dari Tiongkok, karena memang investasinya dari sana," kata dia, usai
              rapat di Batam.

              Perusahaan tersebut, kata Luhut, tengah menyiapkan jaringan listrik dan alat produksi, sekitar
              5.000 pekerja telah disiagakan, 1.800 orang TKA asal Cina tengah dipersiapkan untuk datang
              dari negaranya. Penyerapan sekitar 20.000 tenaga kerja akan berlangsung hingga akhir tahun
              2020.

              "Pada tahap awal sekitar 3.200 orang tenaga kerja lokal akan mengisi beberapa posisi strategis
              dalam pengolahan biji Bauksit itu, transfer pengetahuan teknologi dari TKA juga akan dilakukan
              di tengah produksi berjalan. Pekerja asing akan ditempatkan secara sementara, pada bagian
              teknis produksi," terangnya.

              Diakui Luhut, sekitar 90 persen pekerja teknis berasal dari TKA lantaran dalam investasi yang
              memproduksi biji bauksit menjadi Alumina ini akan membutuhkan tenaga listrik sebesar 2.800
              mega watt. Tegangan listrik sebesar itu harus diproduksi secara mandiri yang akan dibidani oleh
              teknisi asing.

              Plt Gubernur Kepri Isdianto menyambut baik pembangunan pabrik pengolahan biji bauksit di
              Bintan. Menurutnya, ini menjadi bagian proyek strategis pemerintah yang akan menyerap ribuan
              tenaga kerja lokal. Untuk itu, ia meminta, kepada perusahaan agar lebih memperhatikan pekerja
              lokal dari daerah setempat.

              "Dalam  hal  ini,  Pemprov  Kepri  berupaya  memberikan  pelayanan  terbaik,  dalam  segi
              pemanfaatan lahan juga akan memperhatikan ketentuan yang berlaku. Masyarakat sekitar lokasi
              eksploitasi tentu mendapatkan manfaat dari keberadaan proyek tersebut," tuturnya..




















                                                           112
   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118