Page 108 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 108

ICW LAPORKAN PROGRAM KARTU PRAKERJA KE OMBUDSMAN

              -  Indonesia  Corruption  Watch  (ICW)  melaporkan  dugaan  maladministrasi  program  Kartu
              Prakerja  ke  Ombudsman  Republik  Indonesia.  ICW  menduga,  penempatan  program  Kartu
              Prakerja tidak sesuai dengan tugas, pokok, fungsi yang selama ini diemban oleh Kementerian
              Koordinator Bidang Perekonomian.

              "Sedari awal ICW sudah mempertanyakan dasar argumentasi pemerintah untuk menempatkan
              Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai pengampu program Kartu Pra Kerja.
              Sebab,  berdasarkan  tugas  pokok  dan  fungsi  penyelenggaraan  program  ini  lebih  tepat  jika
              diberikan  kepada  Kementerian  Ketenagakerjaan,"  kata  peneliti  ICW,  Wana  Alamsyah  dalam
              keterangannya, Kamis (2/7).

              Wana menyampaikan, dengan menempatkan Kemenko Perekonomian sebagai pelaksana teknis
              program Kartu Prakerja, menimbulkan konflik peran secara internal. Karena fungsi pengawasan
              dan  fungsi  pelaksanaan  teknis  menyatu  pada  satu  Kementerian.  Hal  ini  dipandang  sebagai
              maladministrasi, karena melampaui wewenang sesuai dengan Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang
              Nomor 37 Tahun 2008.

              Wana pun memandang, perjanjian kerjasama antara manajemen pelaksana dengan platform
              digital dilakukan sebelum terbitnya Permenko 3/2020. Secara kronologi, manajemen pelaksana
              baru dibentuk oleh Komite pada 17 Maret 2020, lalu perjanjian kerjasama antara manajemen
              pelaksana dilakukan pada tanggal 20 Maret 2020.

              "Sedangkan Permenko 3/2020 yang mengatur teknis perjanjian kerja sama baru terbit pada
              tanggal  27  Maret  2020.  Artinya,  patut  diduga  bahwa  perjanjian  kerja  sama  yang  dilakukan
              antara  manajemen  pelaksana  dengan  platform  digital  merupakan  bentuk  maladministrasi.
              Karena dasar hukum teknis yang mengatur tentang perjanjian kerja sama sebenarnya belum
              ada," beber Wana.

              Bahkan,  Wana  menyebut  adanya  konflik  kepentingan  dalam  pemilihan  platform  digital.
              Berdasarkan hasil kajian ICW, ditemukan adanya peran ganda yang dilakukan oleh platform
              digital merangkap sebagai lembaga pelatihan.

              "Dari 850 pelatihan yang ICW identifikasi, sebanyak 137 pelatihan diantaranya merupakan milik
              lembaga  pelatihan  yang  juga  merangkap  sebagai  platform  digital.  Kajian  KPK  pun
              memperlihatkan hal serupa bahwa adanya konflik kepentingan yang timbul karena dari delapan
              platform  digital  yang  menjadi  mitra,  lima  diantaranya  bertindak  sekaligus  sebagai  lembaga
              pelatihan," ujar Wana.
              "Jika diperinci, dari 1.895 pelatihan yang tersedia, 250 pelatihan diantaranya merupakan milik
              lembaga pelatihan yang memiliki konflik kepentingan dengan platform digital," sambungnya.

              Oleh karena itu, ICW meminta agar Ombudsman Republik Indonesia melakukan pemeriksaan
              terhadap adanya dugaan maladministrasi pada Program Kartu Prakerja.

              "Ombudsman  Republik  Indonesia  harus  mengeluarkan  rekomendasi  untuk  menghentikan
              Program  Kartu  Prakerja.  Karena  indikasi  maladministrasi  sejak  dalam  proses  perencanaan,"
              tukasnya.

              Terpisah, dikonfirmasi terkait hal ini, tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden atau KSP Donny
              Gahral Adian belum membalasan pesan konfirmasi yang dilayangkan .

              Editor : Kuswandi  Reporter : Muhammad Ridwan   .

                                                           107
   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113