Page 104 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 104

"Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha
              sehingga  dapat  menghindari  adanya  PHK  terhadap  para  pekerjanya,"  kata  Ida    dalam
              Pertemuan  International  Labour  Organization  (ILO)  untuk  Kawasan  Asia  dan  Pasifik    yang
              digelar virtual di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Kamis (2/7).

              Kebijakan kedua, kata Ida, adalah penyediaan insentif pajak penghasilan, relaksasi pembayaran
              pinjaman atau kredit, dan dalam waktu dekat, akan mengeluarkan kebijakan relaksasi iuran
              jaminan sosial ketenagakerjaan untuk meringankan sekitar 56 juta pekerja sektor formal.
              Yang  ketiga,  menyediakan  jaring pengaman  sosial  bagi  pekerja  sektor  informal.  Pemerintah
              akan memberikan bantuan sosial kepada 70,5 juta pekerja sektor informal yang termasuk dalam
              kategori miskin dan rentan. Kebijakan keempat, memprioritaskan pemberian insentif pelatihan
              melalui  program  kartu  prakerja  bagi  pekerja  ter-PHK.Pada  2020,  pemerintah  disebut
              menargetkan 3,5 sampai 5,6 juta penerima manfaat insentif pelatihan. Hingga saat ini, target
              yang terealisasi mencapai lebih dari 680 ribu penerima, didominasi oleh pekerja ter-PHK.

              "Mengingat pandemi, seluruh pelatihan dilakukan dengan metoda online. Dalam jangka waktu
              dekat akan diselenggarakan pelatihan keterampilan vokasi dengan metode blended (  online
              dan  offline  ) menyesuaikan kondisi penyebaran Covid-19 di suatu wilayah," ujar Ida.

              Kebijakan  kelima  berupa  penambahan  program  perluasan  kesempatan  kerja,  seperti  padat
              karya tunai, padat karya produktif, terapan Teknologi Tepat Guna (TTG), Tenaga Kerja Mandiri
              (TKM), dan kewirausahaan yang dimaksudkan untuk penyerapan tenaga kerja. Langkah keenam
              berupa perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, baik yang sudah kembali ke Indonesia
              maupun yang masih berada di luar negeri.

              Terakhir,  adalah  penyediaan  panduan  atau  pedoman  yang  ditujukan  bagi  perusahaan  dan
              pekerja,  dengan  prioritas  pada  pelindungan pekerja  atau  buruh,  kelangsungan  usaha,  serta
              perlindungan pekerja pada kasus penyakit akibat kerja karena Covid-19.

              Ida menambahkan, "Selain itu, pekerja yang terkena wabah Covid-19 wajib di-cover Jaminan
              Kecelakaan  Kerja  (JKK),  pedoman  penyusunan  perencanaan  keberlangsungan  usaha  dalam
              menghadapi COVID-19, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyebaran Covid-19 di tempat
              kerja."  (rea).

































                                                           103
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109