Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 102
"Stimulus ekonomi dimaksudkan agar pelaku usaha tetap terus melanjutkan kegiatan usaha
sehingga dapat menghindari adanya PHK terhadap para pekerjanya," kata Ida dalam keterangan
tertulis, Kamis (2/7/2020). Kebijakan kedua yaitu menyediakan program berupa insentif pajak
penghasilan, relaksasi pembayaran pinjaman/kredit, dan dalam waktu dekat akan dikeluarkan
kebijakan relaksasi iuran jaminan sosial ketenagakerjaan untuk meringankan sekitar 56 juta
pekerja sektor formal.
"Ketiga, menyediakan jaring pengaman sosial bagi pekerja sektor informal. Pemerintah
memberikan bantuan sosial kepada 70,5 juta pekerja sektor informal yang termasuk dalam
kategori miskin dan rentan," ujarnya. Keempat, memprioritaskan pemberian insentif pelatihan
melalui program kartu pra-kerja bagi pekerja yang ter-PHK. Pemerintah telah memberikan
insentif pelatihan dengan target tahun ini sebanyak 3,5-5,6 juta penerima manfaat dan hingga
saat ini telah terealisasi lebih dari 680 ribu penerima manfaat didominasi oleh pekerja ter-PHK.
"Mengingat pandemi, seluruh pelatihan dilakukan dengan metoda online. Dalam jangka waktu
dekat akan diselenggarakan pelatihan keterampilan vokasi dengan metode blended (online dan
offline) menyesuaikan kondisi penyebaran COVID-19 di suatu wilayah," ucapnya. Kebijakan
kelima yakni memperbanyak program perluasan kesempatan kerja seperti padat karya tunai,
padat karya produktif, terapan Teknologi Tepat Guna (TTG), Tenaga Kerja Mandiri (TKM), dan
kewirausahaan, yang dimaksudkan untuk penyerapan tenaga kerja.
"Selanjutnya perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, baik yang sudah kembali ke
Indonesia maupun yang masih berada di luar negeri," tukasnya. Sedangkan langkah ketujuh,
kata Ida, yakni menyediakan panduan/pedoman yang ditujukan bagi perusahaan dan pekerja.
Utamanya menyangkut perlindungan pekerja/buruh dan kelangsungan usaha, serta
perlindungan pekerja pada kasus penyakit akibat kerja karena COVID-19.
Selain itu, pekerja yang terkena wabah COVID-19 wajib di-cover Jaminan Kecelakaan Kerja
(JKK); pedoman penyusunan perencanaan keberlangsungan usaha dalam menghadapi COVID-
19; dan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyebaran COVID-19 di tempat kerja.
Sesi II Asia Pacific Regional Event bertema 'Mendukung Perusahaan dan Melindungi Pekerja di
Asia dan Pasifik' ini diikuti 180 partisipan dari berbagai negara anggota ILO..
101

