Page 106 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 106
Direktur Corporate Affairs Unilever Indonesia , Sancoyo Antarikso mengatakan selama pabrik
tidak beroperasi karyawan diminta untuk diam di rumah. Dia menegaskan tidak ada pemutusan
hubungan kerja (PHK) karyawan Unilever.
"Terkait karyawan (di-PHK) tidak benar itu. Rekan-rekan di pabrik terkait, diminta di rumah
selama operasional pabrik terkait dihentikan sementara," kata Sancoyo kepada detikcom, Kamis
(2/7/2020).
Dia menyebut karyawan Unilever yang dirumahkan tetap digaji. "Tetap digaji. Tidak (ada
pengecualian)," singkatnya.
Kembali dia menegaskan bahwa tidak ada karyawan yang di-PHK, baik itu di pabrik yang
berhenti beroperasi seperti di Cikarang, maupun di kantor dan pabrik lainnya.
"Tidak ada (PHK). Diminta di rumah karena pabrik sedang tidak beroperasi sementara,"
tuturnya.
Klik halaman selanjutnya.
Sancoyo menambahkan penghentian sementara operasional pabrik di Bekasi tidak akan
mempengaruhi ketersediaan produk-produknya di pasaran. Stok yang tersedia di gudang
dianggap masih cukup memenuhi kebutuhan pelanggan sementara.
"Kami memahami bahwa produk kami merupakan bagian penting dalam keseharian konsumen.
Oleh karena itu perlu kami sampaikan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi pasokan kepada
konsumen. Stok yang ada di gudang kami maupun di gudang distributor dan pelanggan masih
mencukupi," tuturnya.
Meski ada karyawannya yang diduga positif, Sancoyo mengklaim telah memiliki protokol yang
tegas dalam menangani kasus COVID-19. Kebijakan itu diterapkan secara global di seluruh
kantor dan pabrik Unilever di 180 negara, termasuk di Indonesia.
(hns/hns) unilever pt unilever indonesia.
105

