Page 110 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 110

2 bulan usai penutupan pendaftaran Kartu Pra Kerja, gelombang 4 masih tak kunjung dibuka.

              Padahal, proyeksi program Kartu Pra Kerja dibuka pendaftarannya tiap minggu hingga bulan
              November.

              Adapun,  pihak  penyelenggara  telah  merencanakan  akan  membuka  gelombang  pendaftaran
              hingga 30 gelombang.
              Namun, Pendaftaran Kartu Pra Kerja berpotensi dihentikan oleh  Ombudsman  RI karena adanya
              sejumlah indikasi maladminsitrasi.

              Indikasi maladministrasi program Kartu Pra Kerja ini dilaporkan oleh Indonesia Corruption Watch
              (ICW) pada  Ombudsman  , Kamis (2/7/2020) siang.

              ICW  menilai  program  Kartu  Prakerja  berpotensi  menimbulkan  kerugian  negara,  praktik
              monopoli, hingga konflik kepentingan.

              "ICW  mendesak  Ombudsman  Republik  Indonesia  mengeluarkan  rekomendasi  untuk
              menghentikan  Program  Kartu  Prakerja  karena  indikasi  malaadministrasi  sejak  dalam  proses
              perencanaan," kata peneliti ICW Tibiko Zubair seperti dilansir dari artikel Kompas.com berjudul
              "  Ombudsman Diminta Keluarkan Rekomendasi Penghentian Program Kartu Prakerja  ",  Tibiko
              menuturkan beberapa dugaan malaadministrasi program Kartu Prakerja. Pertama, penempatan
              program Kartu Prakerja tidak sesuai dengan tugas yang selama ini diemban oleh Kementerian
              Koordinator Bidang Perekonomian.

              Sebab,  pelaksanaan  program  Kartu  Prakerja  lebih  tepat  jika  berada  di  bawah  Kementerian
              Ketenagakerjaan.

              Kedua,    ICW    menilai  mekanisme  kurasi  lembaga  pelatihan  tidak  layak  dan  rentan  konflik
              kepentingan.

              Tibiko menjelaskan, Berdasarkan Pasal 27 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
              Nomor 3 Tahun 2020 dijelaskan bahwa jangka waktu yang dibutuhkan oleh Platform Digital dan
              Manajemen Pelaksana untuk melakukan proses kurasi paling lama 21 hari, sampai akhirnya bisa
              ditetapkan sebagai lembaga pelatihan.

              "Namun faktanya, rentang waktu antara proses pendaftaran gelombang I sampai penutupan
              hanya lima hari saja," tutur Tibiko.

              Ketiga, perjanjian kerja sama antara Manajemen Pelaksana dengan Platform Digital dilakukan
              sebelum terbitnya Permenko Nomor 3 Tahun 2020.

              Manajemen  Pelaksana  baru  dibentuk  oleh  Komite  pada  tanggal  17  Maret  2020.  Kemudian
              perjanjian kerja sama antara Manajemen Pelaksana dan Platform Digital dilakukan pada tanggal
              20 Maret 2020.

              Sedangkan  Permenko  3/2020  yang  mengatur  teknis  perjanjian  kerja  sama  baru  terbit  pada
              tanggal 27 Maret 2020.

              "Artinya,  patut  diduga  perjanjian  kerja  sama  yang  dilakukan  antara  Manajemen  Pelaksana
              dengan Platform Digital merupakan bentuk malaadministrasi," ucapnya.
              Keempat, penunjukkan Platform Digital sebagai mitra Pemerintah tidak menggunakan instrumen
              hukum yang jelas.

              Bahkan, kata Tibiko, pemerintah juga tidak memberikan informasi kepada masyarakat mengenai
              adanya kesempatan untuk menjadi mitra dalam program Kartu Prakerja.
                                                           109
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115