Page 12 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 12

Andi Ibnu

              andi.ibnu@tempo.co.id

              Komisi  Pemberantasan  Korupsi  menemukan  kejanggalan  dalam  proses  penunjukan  platform
              digital  program  Kartu  Prakerja.  Berdasarkan  hasil  kajian,  delapan  mitra  yang  menyediakan
              'pelatihan dalam jaringan ditunjuk sebelum manajemen pelaksana terbentuk. "Ibaratnya'anak
              lahir  sebelum  kawin,"kata  Direktur  Penelitian  dan  Pengembangan  KPK,  Wawan  Wardiana,
              kepada Tempo.

              Penunjukan  itu  tidak  sesuai  dengan  Peraturan  Menteri  Koordinator'  Perekonomian  Nomor  3
              Tahun  2020  mengenai  program  Kartu  Prakerja.  Penunjukan  seharusnya  dilakukan  oleh
              manajemen pelaksana. Kenyataannya, Komite Cipta Kerja, yang dipimpin Menteri Koordinator
              Perekonomian  Airlangga  Hartanto,  yang  menunjuk  para  mitra  tersebut.  KPK  telah
              menyampaikan  hasil  kajian  kepada  Manajemen  Pelaksana  dan  Kementerian  Koordinator
              Perekonomian untuk melakukan perbaikan.

              Hal  lain  yang  menjadi  sorotan  KPK  adalah  penggunaan  bagian  anggaran  bendahara  umum
              negara  (BA-BUN)  dalam  program  Kartu  Prakerja.  Program  ini  ditengarai  memanfaatkan
              kekosongan  hukum  dalam  pemilihan  mitra  yang  menggunakan  daftar  isian  pelaksanaan
              anggaran  BA-BUN.  Sebab,  Peraturan  Presiden  Nomor  16  Tahun  2016  hanya  berisi  aturan
              penyediaan barang dan jasa yang menggunakan anggaran kementerian/lembaga.
              Untuk menyelesaikan persoalan ini, KPK menyarankan Kementerian Koordinator Perekonomian
              meminta pendapat hukum Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung.
              TUjuan-nya  untuk  menilai  apakah  kerja  sama  dengan  delapan  mitra  itu  masuk  kategori
              penyediaan barang dan jasa pemerintah atau tidak.
              Program  Kartu  Prakerja  yang  diluncurkan  pada  20  Maret  lalu  awalnya  dimaksudkan  untuk
              penanganan ketenagakerjaan dan voka-sional. Program tersebut ditujukan untuk 2 juta peserta
              dengan  anggaran  Rp  10  triliun.  Namun,  akibat  wabah  corona,  program  ini  ditingkatkan
              fungsinya sebagai program bantalan sosial dengan anggaran Rp 20 triliun. Biaya pelatihan yang
              semula  dipatok  Rp  5  juta  dipangkas  menjadi  Rp  1  juta  per  orang  karena  jumlah  penerima
              bantuan melonjak menjadi 5,6 juta orang.

              Direktur  Komunikasi  Manajemen  Pelaksana  Prakerja,  Panj  iWinanteya  Ruky,  mengakui
              penunjukan  delapan  mitra  platform  pelatihan  daring  oleh  Komite  dilakukan  sebelum  tim
              pelaksana dibentuk. Dia mengatakan, meski Komite telah menunjuk delapan platfoim tersebut,
              pada akhirnya peresmian penunjukan tetap dilakukan oleh manajemen pelaksana. "Selama tidak
              melakukan perjanjian, ya, tidak ada artinya juga," ujar Panji.

              Meski tidak sesuai dengan ketentuan, Panji memastikan, delapan platform dipilih setelah melalui
              proses  pendaftaran.  Selain  delapan  platform  yang  ada  sekarang,  ada  platform  lain  'yang
              mendaftar seperti Gojek dan Traveloka yang sebenarnya bisa menjadi mitra tapi mengundurkan
              diri.  "Begitu  kami  dibentuk  pada  16  Maret,  kami  langsung  evaluasi  syarat  dan  persyaratan
              mereka."

              Panji  mengatakan  manajemen  menghentikan  penjualan  produk  paket  yang  bersifat
              gelondongan. Semula program ini dibuat agar para pencari kerj a bisa mendapatkan harga yang
              lebih ekonomis. Namun banyak peserta yang tidak menyelesaikan paket pelatihan. Salah satu
              mitra, Ruangguru, menyatakan akan segera menyetop penjualan paket pelatihan

              sesuai dengan arahan Manajemen Pelaksana.

              Ketua  Komite  Tim  Pelaksana  Cipta  Kerja,  Rudy  Salahuddin,  mengatakan  Komite  terus
              berkomunikasi dengan otoritas hukum untuk menjamin tata kelola program dilakukan dengan
                                                           11
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17