Page 9 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 9
Tes PCR tersebut dilakukan karena adanya temuan karyawan bergejala ringan seperti flu saat
menjalani proses screening sebelum memasuki area fasilitas produksi. Menindaklanjuti hasil tes
PCR mandiri di fasilitas produksinya di Cikarang dengan hasil beberapa pekerjanya diduga positif
C0-VID-19, pihaknya mengambil langkah lebih lanjut guna mencegah penyebaran dengan
menutup sementara fasilitas produksinya di Kabupaten Bekasi.
Selain itu, manajemen juga melakukan langkah lanjutan berupa contact tracing untuk mencegah
penularan lebih jauh.
"Operasional segera kami tangguhkan begitu mendapat kabar tersebut. Supaya kami fokus
menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan
karyawan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Gugus Tugas COVID-19
Kabupaten Bekasi. Sejak awal kami selalu berkomitmen untuk terus bekerjasa-ma dengan
pemerintah dan otoritas terkait," ujar Direktur Corporate Affairs Unilever Indonesia Sancoyo
Antarikso, Kamis (2/7).
Gedung TBB merupakan salah satu bagian dari kompleks pabrik PT Unilever Indonesia, Tbk di
Cikarang. Di dalam kompleks tersebut terdapat beberapa gedung dengan protokol pemisahan
zona kerja dan area produksi yang ketat.
Karyawan hanya diperbolehkan bekerja di zona masing-masing, dan tidak dapat melintas zona
kerja dan area produksi untuk alasan apapun.
Namun, dia menegaskan, penghentian sementara kegiatan operasional pabrik di Bekasi tidak
akan mempengaruhi ketersediaan produk-produk mereka di pasaran.
"Kami akan terus memastikan bahwa semua standar keselamatan dan kesehatan kerja di pabrik
kami terpenuhi, sebelum kami kembali pada operasional normal. Hal ini tidak akan
mempengaruhi pasokan konsumen. Stok yang ada di gudang maupun di distributor dan
pelanggan masih mencukupi," yakinnya.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi Dr Alamsyah,
M.Kes, bersyukur dengan langkah cepat perusahaan dajam menerapkan protokol kesehatan,
bersikap proaktif, terbuka, dan terus berkoordinasi dengan pihaknya.
Sementara itu, secara terpisah Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menyampaikan, melihat
perkembangan penambahan kasus terbaru, Kabupaten Bekasi masih berada di zona kuning.
"Kami pastikan pemerintah terus bekerja keras untuk menekan penyebaran. Kami meminta
masyarakat untuk patuh dan mengedepankan protokol kesehatan," ajaknya.
Alamsyah juga kembali menyampaikan bahwa tes secara masif akan terus digencarkan di
Kabupaten Bekasi. "Pemerintah Kabupaten Bekasi telah melakukan tes masif terhadap lebih dari
20.000 warga dengan 15.000 diantaranya melalui prosedur rapid test dan 5.000 warga
menjalani tes swab," ujarnya.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Gugus Tugas Kabupaten Bekasi pada 1 Juli 2020, angka
reproduksi COVID-19 Kabupaten Bekasi masih di bawah 1, yakni 0,57, dan dievaluasi setiap dua
pekan. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merekomendasikan Kabupaten Bekasi untuk
melanjutkan PSBB proporsional selama 14 hari ke depan.
Namun demikian, Ridwan juga memberikan ruang diskresi kepada Bupati Bekasi dalam
mengatur transisi menuju adaptasi kebiasaan baru (AKB) pada sektor-sektor yang dapat
dilonggarkan, (cok)
8

