Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 4

detikcom  sempat melakukan konfirmasi kepada beberapa pihak Istana, di antaranya Juru Bicara
              Presiden Fadjroel Rachman, Tenaga Ahli Utama Kantor Sekretariat Presiden (KSP) Ali Mochtar
              Ngabalin,  dan  Tenaga  Ahli  Utama  KSP  Donny  Gahral  Adian.  Ketiganya  belum  memberikan
              respons.

              Berdasarkan daftar nama yang beredar, kursi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian masih
              diisi oleh  Airlangga Hartarto  , lalu kursi Menteri Keuangan masih diisi  Sri Mulyani Indrawati  .
              Sementara  Erick  Thohir  berdasarkan  daftar  nama  itu  digeser  ke  Kementerian  Perdagangan.
              Sedangkan nama Agus Suparmanto tidak ada dalam daftar tersebut.

              Sedangkan  posisi  Menteri  BUMN  kabarnya  diisi oleh  Basuki  Tjahaja  Purnama  alias    Ahok    .
              Kemudian Menteri Pertanian diisi oleh nama Rachmat Gobel dan Syahrul Yasin Limpo pun tak
              ada  dalam  daftar  nama  tersebut.  Menariknya  lagi  dalam  daftar  tersebut  ada  nama  Agus
              Harimurti Yudhoyono (  AHY  ) yang menduduki kursi Menteri Koperasi dan UKM.

              Sementara sisanya masih sama, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Perindustrian
              Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif,
              Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Kelautan
              dan Perikanan Edhy Prabowo, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala
              Bappenas Suharso Monoarfa.

              Pantaskah nama-nama baru itu menjadi menteri?
              Menanggapi  hal  itu  Direktur  Riset  Center  of  Reform  on  Economics  (CORE)  Indonesia,  Piter
              Abdullah menilai, Presiden  Jokowi  memiliki hak prerogatif untuk memilih menterinya, sehingga
              bukan hal yang tidak mungkin AHY dan Ahok jadi menteri jika memang itu kehendak Jokowi.
              Untuk  Ahok  , Piter menilai akan menjadi hal yang menarik jika benar dia menjadi Menteri
              BUMN. Sebab sikapnya yang tegas akan diuji mengurus banyaknya BUMN.

              "Akan menarik memang kalau Ahok jadi Menteri BUMN. Keberanian dan ketegasan Ahok akan
              benar-benar diuji ketika menjadi Menteri BUMN," ujarnya kepada detikcom, Kamis (2/7/2020).

              Sementara untuk  AHY  , Piter mengaku ragu jika dia duduk di kursi Menteri Koperasi dan UKM.
              Sebab dia menilai AHY kurang memiliki pengalaman di bidang tersebut.

              "Akan  berat  buat  AHY.  Kalau  kita  menginginkan  perubahan  dalam  membangun  kembali
              koperasi, kita butuh orang yang benar-benar paham ekonomi. Khususnya lagi terkait koperasi
              dan UMKM. Bisa saja AHY jadi menkop asalkan dia kemudian didampingi wamen atau staf ahli
              yang benar-benar paham akan jiwa koperasi," terangnya.

              Sementara Pengamat ekonomi Institute Development of Economic and Finance (Indef) Bhima
              Yudhistira berpendapat lain. Dia kurang setuju dengan kedua nama tersebut. Menurutnya, di
              situasi pandemi saat ini dan dihantui resesi, dibutuhkan sosok menteri yang paham tentang
              ekonomi,  sehingga diharapkan  menteri  yang dipilih  berasal  dari  kalangan  profesional  bukan
              politik.

              "Wah yang jelas di tengah situasi krisis ini yang dibutuhkan adalah kabinet yang profesional
              bukan berasal dari kalangan politik. Kan masih banyak birokrat handal atau akademisi yang
              punya integritas menduduki pos tim ekonomi. Jangan sampai reshuffle tapi hasilnya sama saja,"
              ujarnya.
              (das/ara)





                                                            3
   1   2   3   4   5   6   7   8   9