Page 6 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 6

"Ini menjadi salah satu manifestasi bagaimana negara hadir bagi entitas yang selama ini tidak
              mendapatkanya padahal dinamika kehidupan PRT cukup kompleks," kata dia, di Jakarta, Rabu
              (1/7).

              Ia menjelaskan, persoalan PRT dengan segala dinamikanya bukan sekadar relasi antara pekerja
              dan  pemberi kerja  saja.  Menurut dia, perikehidupan  terkait  PRT juga  sering  ditemui  seperti
              penipuan, eksploitasi, bahkan hingga ke level perdagangan orang.

              "Jadi RUU ini bukan hanya bicara soal upah atau hak PRT dan kewajibannya saja. RUU ini juga
              bicara soal pencegahan atas potensi-potensi penindasan atas diri seorang manusia," ujarnya.

              Wakil ketua Fraksi Partai NasDem DPR itu mengatakan, selama pembahasan RUU PPRT, Panja
              telah mengundang narasumber dari berbagai pemangku kepentingan antara lain para pakar,
              aktifis buruh, kalangan LSM, sosiolog, akademisi, hingga komisioner Komnas HAM.

              Selain itu menurut dia, RUU PPRT tidak lama lagi akan disahkan menjadi UU, kepastian itu
              setelah seluruh fraksi di Badan Legislasi DPR RI menyepakati rumusan yang telah dibahas oleh
              Panitia Kerja (Panja) RUU PPRT dalam pleno yang berlangsung pada Rabu (1/7).

              Ia menjelaskan, setelah RUU tersebut disahkan menjadi UU, itu artinya untuk pertama kalinya
              kehidupan profesional PRT akan dilindungi oleh UU.
              "Berdasarkan  aspek  teknis  perumusan  dan  substansi  RUU,  Panja  berpendapat  bahwa  RUU
              tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga dapat diajukan sebagai RUU Usul Inisiatif DPR,"
              katanya.

              Namun menurut dia, Panja RUU PPRT menyerahkan keputusan kepada Pleno, apakah rumusan
              RUU hasil penyusunan yang telah dihasilkan Panja dapat diterima para anggota Baleg.

              Menurut dia, setelah , disepakati pleno Baleg, 'RUU tersebut akan dibahas di tingkat paripurna
              untuk kemudian diserahkan drafnya pada pihak pemerintah, jika disepakati.

              "Selanjutnya,  pemerintah  alon  mengirimkan  daftar  inventarisasi  masalah  (DIM)  dan  surat
              presiden (surpres) untuk kepada DPR untuk memulai pembahasan. Setelah surpres turun, akan
              dirapatkan di Badan Musyawarah dibahas di AKD mana," ujarnya.

              Ia berharap RUU tersebut akan segera disahkan dan tidak menemui aral melintang karena RUU
              1 tersebut akan menjadi sejarah bagi bangsa dan negara ini dalam upaya menjalankan amanat
              konstibusi. C'ani


























                                                            5
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11