Page 39 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 39

ANGIN SEGAR PENCARI KERJA

              DINAS  Tenaga  Kerja  (Disnaker)  Kota  Bandung  menyebut  ada  sebanyak  400  perusahaan
              manufaktur yang mengajukan kembali beroperasi. Hal itu diharapkan menjadi angin segar bagi
              para pencari kerja.

              Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung mencatat ada kenaikan jumlah para pencari kerja
              saat fase adaptasi kebiasaan baru (AKB) diberlakukan.

              Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bandung, Marsana mengatakan pada
              awal-awal pandemi C0-VID-19 dari Maret hingga April 2020, pencari kerja di Kota Bandung
              jumlahnya dibawah

              lima orang per harinya. Peningkatan itu dirasakan pada bulan Juni saat pembatasan sosial

              berskala besar (PSBB) mengalami pelonggaran. "Pertengahan Juni juga banyak, dalam satu hari
              ada 25 sampai 30 orang pencari kerja, ini kan kelulusan S MA dan perusahaan banyak merekrut.
              Kita fasilitasi masih secara online melalui aplikasi," kata Marsana.


              Saat ini berdasarkan catatan Disnaker, ada sekitar 4.000 lebih lowongan kerja
              yang disediakan oleh para perusahaan. Apalagi, kata dia, para perusahaan itu mulai kembali
              beroperasi saat ini.

              Dari total jumlah lowongan tersebut, menurutnya terbagi ke dalam 276 jenis pekerjaan. Dia
              berharap, para pelamar bisa mengisi lowongan sesuai bidangnya masing-masing. "Harapan kita
              setelah PSBB perusahaan semakin banyak beroperasi dan semakin banyak menyerap tenaga
              kerja," kata dia.

              Selain  itu,  saat  ini  menurutnya  ada  sekitar  400  perusahaan  manufaktur  di  Kota  Bandung
              mengajukan izin kembali beroperasi.

              Marsana  mengatakan  pihaknya  sudah  melakukan  monitoring  ke  sejumlah  peru-sahan  untuk
              melihat  kesiapan  protokol  kesehatan  COVID-19.  Namun  menurutnya  masih  ada  sejumlah
              perusahaan yang masih menyesuaikan produksinya. "Kita kunjungi ke sekitar 30 perusahan dan
              sebagian  besar  laksanakan  protokol  COVID-19.  Operasional  memang  cukup  besar  dan  ini
              membuat perusahan membatasi produksi," katanya.

              Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Arief Syarifiidin menambahkan, saat ini Pemerintah
              Kota (Pemkot) Bandung juga membuka peluang kerja bagi tenaga kesehatan untuk berkarier di
              luar negeri. Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan bahasa Jepang.

              Arief Syaifudin mengatakan, program tersebut resmi di buka terhitung 15 Juni hingga 4 Juli
              mendatang setelah kedua negara menjalin kerjasama. "Untuk persyaratan detail bisa dilihat
              secara  online  melalui  aplikasi  BIMA.  Tentu,  untuk  KTP  wajib  Kota  Bandung  dengan  usia
              maksimal 29 tahun dengan status pendidikan minimal D3 keperawatan dan kebidanan," kata
              Arief di Ba-

              lai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Kamis (2/7).

              Menurut  dia,  saat  ini  baru  ada  sekitar  40  orang  yang  telah  terdaftar  resmi  dari  jumlah
              keseluruhan 80 orang. Sebelum ke Jepang, mereka akan mendapat pelatihan selama lima bulan
              tanpa biaya apapun.

              "Pendaftaran  masih  berlangsung,  dan  bisa  langsung  daftar  melalui  aplikasi  atau  datang
              langsung ke dinas. Adapun untuk pelatihan seperti budaya, mental, kedisiplinan dan bahasa

                                                           38
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44