Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 43

Lebih  jauh,  kata  Danang,  Grup  Lion  Air  berencana,  apabila  di  waktu  mendatang  kondisi
              perusahaan kembali pulih dan lebih baik secara bisnis, operasional, serta pendapatan, karyawan
              yang tidak diperpanjang kontrak kerjanya akan diprioritaskan untuk memiEHi Danang Mandala
              Prihantoro

              liki kesempatan kembali bekerja di Grup Lion Air.

              "Kami berterima kasih atas dukungan seluruh karyawan dan dari berbagai pihak hingga sampai
              saat  ini  masih  beroperasi,  dengan  harapan  pandemi  Covid-19  segera  berakhir,  sehingga
              operasional dan layanan penerbangan normal kembali," imbuh dia.

              Grup Lion Air masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi, mempelajari situasi
              yang terjadi seiring mempersiapkan strategi dan langkah lainnya yang akan diambil guna tetap
              menjaga kelangsungan hidup perusahaan sekaligus meminimalisasi (mengurangi) beban yang
              ditanggung selama pandemi Covid-19.

              Sementara  itu,  bulan  lalu,  maskapai  pelat  merah  Garuda  Indonesia  juga  menyatakan  telah
              melakukan penyelesaian lebih awal atas kontrak kerja pegawai dengan profesi penerbang dalam
              status hubungan kerja waktu tertentu. Melalui penyelesaian kontrak tersebut, Garuda Indonesia
              tetap memenuhi kewajibannya atas hak-hak penerbang sesuai masa kontrak yang berlaku.

              "Adapun  kebijakan  tersebut  dilakukan  sebagai  langkah  berkelanjutan  yang  perlu  ditempuh
              dalam  upaya  menyelaraskan  supply  and  demand  operasional  penerbangan  yang  saat  ini
              terdampak signifikan imbas pandemi Covid-19," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan
              Setiaputra ketika itu.

              Menurut Irfan, kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan tetap
              memperhatikan hak-hak dari pegawai yang kontraknya diselesaikan lebih awal.

              "Ini keputusan berat yang harus kami ambil. Namun demikian, kami yakin Garuda Indonesia
              akan dapat terus bertahan dan kondisi operasional perusahaan akan terus membaik dan kembali
              kondusif sehingga mampu melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan
              saat ini," ungkap Irfan.

              Saat itu , Irfan juga mengungkapkan, rata-rata load factor Garuda di bawah 50% untuk setiap
              penerbangannya di tengah pandemi Covid-19. Sebagai dampaknya operator penerbangan pelat
              merah itu mengalami penurunan pendapatan hampir 90%.

              Irfan Setiaputra menjelaskan, industri penerbangan sangat terdampak pandemi Covid-19 karena
              mobilisasi warga dibatasi. Sedangkan mobilitas adalah aspek yang paling fundamental dalam
              industri penerbangan.

              "Untuk  Garuda  sendiri,  pendapatan  turun  hampir  di  level  90%,  jadi  tinggal  10%.  Pesawat
              kamigro-unded 70% dari total pesawat dan rata-rata load factor di bawah 50%," kata Irfan
              awal Juni lalu, (tm)
















                                                           42
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48