Page 46 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 46
perombakan kabinet karena kinerja sejumlah menteri yang mengecewakan dan tidak tanggap
mengatasi masalah krisis Covid-19.
"Langkah apapun yang extraordi-nary akan saya lakukan untuk 267 juta rakyat kita, untuk
negara. Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja
reshuffle," kata Presiden Jokowi.
Sejumlah nama kini berada di posisi 'kursi panas' di antaranya, Menteri Ketenagakerjaan
(Menaker) Ida Fauziah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perdagangan Agus
Suparmanto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio,
serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul H alim Iskandar.
Menteri Desa Abdul Halim Iskandar mengatakan, peringatan bakal adanya reshuffle kabinet
memicu seluruh jajaran menteri untuk semakin giat bekerja dan mengintrospeksi diri.
Menteri Sosial Juliari Batubara mengaku tidak mempedulikan isu reshuffle kabinet karena harus
fokus bekerja
menangani bantuan sosial masyarakat terdampak Covid-19. "Saya menyerahkan sepenuhnya
keputusan mengenai reshuffle kabinet kepada Bapak Presiden. Itu adalah hak prerogatif Bapak
Presiden," ujarnya.
Menteri BUMN Erick Thohir enggan berkomentar ketika diminta tanggapannya mengenai
rencana reshuffle kabinet. Ia hanya berujar bahwa tugasnya sebagai pembantu Presiden adalah
kerja, kerja, dan kerja. Apalagi saat ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi ujian berat seiring
merebaknya wabah Covid-19.
"Tugas saya masih banyak yang harus diselesaikan. Saya patuh dan menghormati keputusan
Bapak Presiden," kata Erick di Jakarta, Kamis (2/7). (nov)
45

