Page 48 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2020
P. 48
"Dua puluh satu yang positif itu, ada yang dirawat di rumah sakit, sebagian lagi diisolasi di
Wisma Orang Dalam Pemantauan Jababeka," kata Alam-syah, saat dihubungi dari Bekasi, Kamis
sore.
Kasus positif Covid-19 yang muncul di perusahaan itu berawal dari salah satu karyawan yang
baru melakukan perjalanan dari luar daerah. Ia lalu mengeluh sakit dan saat dites, ditemukan
positif Covid-19.
"Kami juga melakukan penelusuran ke keluarga para karyawan. Sampai hari ini, ada tiga
anggota keluarga yang positif Covid-19," ujar Alamsyah.
Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk San-coyo
Antarikso menambahkan, karyawan positif Covid-19 itu berasal dari Gedung Tea Based
Beverage (TBB). Gedung itu salah satu dari kompleks pabrik PT Unilever Indonesia di Cikarang.
"Di kompleks tersebut terdapat beberapa gedung dengan protokol ketat pemisahan dan area
produksi. Karyawan hanya diperbolehkan di zona masing-masing dan tidak dapat melintas di
zona ketja atau area produksi dengan alasan apa pun," kata Sancoyo, dalam siaran pers.
Unilever Indonesia menutup sementara Gedung TBB sejak 26 Juni setelah mendapat laporan
ada beberapa karyawan di bagian engineering positif Covid-19. Semua karyawan di Gedung TBB
diwajibkan tes usap tenggorokan dan diliburkan sementara. Unilever secara global, kata
Sancoyo, tegas dalam menangani kasus Covid-19. Langkah yang diambil itu, yakni membuat
zonasi pabrik. Kebijakan tersebut diterapkan di seluruh perusahaan dan pabrik Unilever yang
tersebar di 180 negara.
Alamsyah meminta masyarakat tidak panik. Pemerintah Kabupaten Bekasi menjamin
keselamatan dan kesehatan warga. Produk Unilever sangat kecil kemungkinannya
terkontaminasi. Sejauh ini belum ada bukti transmisi penyakit melalui barang konsumen.
Ketua Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bekasi
Suparno, dihubungi terpisah, mengatakan, kasus penularan di kawasan industri menunjukkan
belum semua perusahaan di kabupaten itu menerapkan secara ketat protokol kesehatan di
lingkungan perusahaan. Data FSPMI, dari sekitar 6.000 perusahaan di Kabupaten Bekasi, baru
98 perusahaan yang melaporkan penerapan protokol kesehatan di perusahaan. (VAN/JUD)
47

