Page 25 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 JULI 2019
P. 25
Maliki mengatakan kepesertaan pekerja informal masih kecil dibandingkan dengan
potensi yang ada baik nasional maupun di Sulawesi.
Dia menjelaskan memang perlu sosialisasi dan edukasi kepada pekerja informal
bahwa menjadi peserta BPJS itu sangat penting, sehingga lewat kegiatan lokakarya
ini akan mampu menciptakan strategi dan inovasi sehingga semakin banyak tenaga
kerja yang akan dilindungi.
Asisten Deputi Bidang Kepesertaan Bukan Penerima Upah (BPU) Hadi Purnomo
mengatakan pihaknya mengapresiasi pemerintah Sulut yang mulai peduli terhadap
pekerja informal.
"Provinsi Sulut yang telah membiayai iuran pekerja lintas agama, dan beberapa
kabupaten kota lainnya bagi pekerja rentan," kata Hadi.
Hadi mengatakan akan terus ditingkatkan dan mengubah pola pikir masyarakat luas,
bahwa jaminan sosial sudah menjadi kebutuhan bukan hanya sekedar perlindungan
semata.
Kepala Bapeda Sulut Ricky Toemanduk mengatakan pemerintah telah memasukkan
anggaran dalam APBD dalam melindungi pekerja rentan di Sulut.
"Saat ini sudah jalan pekerja lintas agama sekitar 75 ribu pekerja, dan sementara
didata para sopir angkot dan pekerja rentan lainnya," jelasnya.
Staf Ahli Pemkot Manado Atto RM Bulo mengatakan Pemkot Manado sudah
berkomitmen akan melindungi pekerja informal di Manado dalam BPJSTK.
"Saat ini sementara melakukan pendataan, karena diperkirakan pekerja informal di
Manado sekitar 30 persen dari keseluruhan tenaga kerja yang ada," katanya.
Lokakarya SJSN di Manado diikuti oleh 250 peserta dari delapan provinsi di Sulawesi
dan Maluku.
Page 24 of 104.

