Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 JULI 2019
P. 64

Mereka menangkap salah seorang orator yang dinilai memprovokasi para
               demonstrasi ke mobil bak terbuka dan membawa ke kantor Polsek Sirimau yang
               berjarak 50 meter dari kantor Gubernur Maluku.

               "Kami dari awal telah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),
               Staf Kesbangpol Pemprov Maluku maupun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
               (Disnakertrans) setempat agar aspirasi disampaikan dengan damai dan Sekda
               Maluku, Hamin Bin Thahir, telah bersedia menerima lima perwakilan. Namun,
               karena tidak bersedia dan tindakan mengarah ke anarkis, sehingga pintu masuk

               rusak, makanya dibubarkan selanjutnya mengamankan salah seorang oratornya,"
               ujar para polisi.

               Puluhan pekerja PT WLI hanya mengikuti arahan dari para orator sehingga berulang
               kali menggoyang pintu masuk sehingga pada akhirnya mengalami kerusakan fatal.

               Bahkan, dua orang demonstran sempat menerobos pintu masuk dan berlarian ke
               teras kantor Gubernur Maluku, tetapi dicegat personil polisi dan Sat Pol PP.

               Para orator hanya ingin bertemu dengan Gubernur Maluku Murad Ismail yang
               sedang berdinas di Jakarta.

               Kabid Hubungan Industrial Disnakertrans Maluku, Since Tahamata telah
               menjelaskan bahwa Gubernur berada di Jakarta dan Wagub, Barnabas Orno sedang

               menghadiri kegiatan di luar kantor, tetapi tidak digubris para orator dengan
               memprovokasi demonstran agar merusak pintuk masuk.

               Puncaknya, pintu masuk ke kantor Gubernur Maluku digoyang sehingga rusak dan
               personil Polres P Ambon dan P.P. Lease bertindak membubarkan aksi orasi, tetapi
               para demonstran tetap meminta menyampaikan aspirasi sehingga diterima Sekda
               Maluku, Hamin Bin Thahir.

               Perwakilan demonstran yang didampingi Ketua Pengurus Sarikat Buruh Sejahtera
               Wilayah Maluku, Jeheskel Haurissa menyampaikan tuntutan antara lain manajemen

               PT WLI harus membayar pesangon dua kali lipat, uang penghargaan masa kerja
               dan uang penggantian hak dari 1.315 pekerja yang diputuskan hubungan kerjanya.

               Selain itu, pembayaran pesangon diawasi Gubernur Maluku dan DPRD setempat,
               pekerja juga mendesak Gubernur mencabut izin usaha PT WLI serta memproses
               hukum oknum pegawai mediator dan pengawas karena bekerja tidak sesuai
               ketentuan perundang-undangan.




                                                       Page 63 of 104.
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69