Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JUNI 2020
P. 122
kekuatan. "Dilema itu ditambah dengan kondisi arus kas sebagian besar perusahaan yang sudah
seret dan roda bisnis yang tidak bisa langsung maksimal," ujarnya.
Menurut Fadhil, beberapa sektor, seperti restoran dan pusat perbelanjaan, mungkin bisa kembali
cepat beroperasi karena ada kebutuhan dan permintaan. Namun, itu pun tidak bisa kembali
penuh beroperasi karena ada faktor pembatasan jarak fisik atau batasan kapasitas orang dalam
satu gedung.
Dalam kondisi seperti itu, tidak ada jaminan bahwa semua pekeija yang menjadi korban
pemutusan hubungan keija (PHK) dan dirumahkan selama pembatasan sosial berskala besar
bisa kembali bekeija di fase normal baru ini "Ini yang akan menjadi tantangan ke depan. Di satu
sisi, pekerja harus bekerja lagi untuk bisa hidup. Di sisi lain, sektor formal tidak akan kembali
sepenuhnya seperti semula," kata Fadhil.
Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, per 27 Mei 2020, pekerja sektor formal yang di-PHK
di seluruh Indonesia 380.221 orang dan pekerja formal yang dirumahkan 1.058.284 orang. Di
luar itu, ada 318.959 pekeija sektor informal yang terdampak Covid-19 sehingga kehilangan
sumber nafkah.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta pengusaha untuk memprioritaskan merekrut
kembali pekerja dan buruh yang di-PHK dan dirumahkan. "Ini diharapkan bisa mengurangi
angka pengangguran dan sekaligus memperluas kesempatan keija baru," ujarnya.
Bergantung daya beli
Dalam seminar daring yang diselenggarakan Center for In-donesian Policy Studies (CIPS)
bertajuk "Menjaga Kinerja Sektor Industri Selama Pandemi Covid-19", Jumat, perindustrian
disebut sebagai salah satu motor aktivitas perekonomian yang diharapkan pulih pada fase
normal baru. Padahal, pulihnya industri bergantung pada pertumbuhan permintaan yang
berkaitan erat dengan daya beli masyarakat.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian
Perindustrian Dody Wi-dodo mengatakan, industri makanan dan minuman dapat pulih lebih
cepat dibandingkan sektor lainnya. Pemulihan industri di semua sektor ini juga bergantung pada
seberapa cepat pemerintah memulihkan daya beli masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani
menyatakan, tenaga kerja di sektor formal saat ini sekitar 50 juta orang. Pukulan pandemi di
perindustrian dapat memunculkan gelombang PHK hingga 30 persen dari jumlah itu.
"Pelemahan daya beli masyarakat yang berimbas pada turunnya penjualan produk industri juga
berpotensi memicu PHK. Industri tekstil, misalnya, 70 persen tenaga ketjanya telah dirumahkan
lantaran utilisasinya hanya sekitar 14 persen," ujarnya. (AGE/JUD)
121

